info@man3kediri.sch.id

Revolusi Hati: MAN 3 Kediri Gelar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta Sebagai Proyek Percontohan

Revolusi Hati: MAN 3 Kediri Gelar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta Sebagai Proyek Percontohan

Kab.Kediri (MAN 3) – MAN 3 Kediri resmi memulai Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi bagi jajaran pimpinan dan Tenaga Kependidikan (GTK) beserta anggota KKM nya dalam ekosistem Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Jumat (23/1). Acara yang berlangsung di Aula Al-Ikhlas ini dijadwalkan hingga 25 Januari mendatang dan akan dilanjutkan kembali esok pagi. Prosesi pembukaan berlangsung khidmat, diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu dirigen Fatati Nuriana, S.E., serta lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ubaidillah Achmad, M.Pd.

Kepala MAN 3 Kediri, Drs. H. Jamiluddin, M.Pd.I., menegaskan bahwa MAN 3 Kediri telah ditunjuk sebagai piloting project untuk implementasi KBC. “Semoga hati kita tidak redup untuk memulai Bimtek ini. Sebenarnya kita sudah mendengar dan melaksanakan perangkat pembelajaran KBC, namun sebagai proyek percontohan, saya mohon seluruh stakeholder mengikuti ini dengan sebaik-baiknya. Jika tidak bergerak bersama, program ini tidak akan berjalan baik,” ujar Jamiluddin dalam sambutannya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Achmad Faiz, S.Ag, M.HI., yang hadir sekaligus membuka acara, menekankan pentingnya ketulusan hati dalam menghadapi tantangan zaman. “Cinta datangnya dari hati, maka kita butuh keistiqomahan. Sebagai generasi digital immigrant, kita harus pintar menyesuaikan diri dengan siswa generasi Z yang serba instan atau ‘generasi matic’. Didiklah anak sesuai zamannya, karena cinta akan lahir dari hati yang tulus,” pesan Achmad Faiz di hadapan para peserta.

Pada hari pertama, narasumber Dr. Mochamad Zaenuri, M.Pd., membedah konsep Mindset KBC dan kontrak belajar yang mencakup aspek “Panca Cinta”. Materi ini meliputi cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta alam, hingga pengembangan Social Emotional Learning dan Disiplin Positif. Dalam paparannya, Zaenuri menekankan bahwa implementasi cinta ilmu harus bermuara pada keteladanan adab, sementara cinta alam diwujudkan melalui prinsip ekoteologi untuk menjaga keseimbangan bumi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pengawas madrasah, Hj. Yaquttatun Hamroh, M.Si., sebagai bentuk dukungan manajerial. Setelah rangkaian Bimtek selesai, para peserta akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari narasumber serta monitoring langsung dari Kanwil Kemenag Jawa Timur. Hal ini bertujuan untuk memastikan MAN 3 Kediri sukses menjadi barometer penerapan kurikulum yang mengedepankan sisi humanis dan spiritualitas di lingkungan madrasah.(Humas)