
Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri beserta jajaran menghadiri acara Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI dan Pembinaan ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Rabu (22/1). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Suasana meriah menyambut kedatangan tamu undangan dengan penampilan tari tradisional dari siswa-siswi MTsN 5 Kediri sebelum acara resmi dibuka dengan lagu Indonesia Raya, Mars Kemenag, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Achmad Faiz, M.HI., memaparkan rangkaian panjang peringatan HAB yang telah dimulai sejak akhir tahun lalu. “Kegiatan Hari Amal Bakti Kemenag sudah kita mulai pada bulan November dengan berbagai kegiatan seperti menyapa umat, bakti sosial ke masjid dan gereja, serta kegiatan yang sifatnya menyenangkan seperti lomba memasak oleh para pejabat. Kita bisa guyup rukun melalui kegiatan ini dan jalan sehat kerukunan umat beragama yang juga telah kita laksanakan,” ujarnya.

Mamasuki sesi inti, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar memberikan pembinaan yang mendalam mengenai hakikat pengabdian sebagai aparatur negara. Beliau menekankan pentingnya kerendahan hati dan kedermawanan dalam bekerja. “Semua adalah titipan Allah, maka sebelum Allah mengambilnya, wakafkanlah sebagian harta kita. Kamu tidak mendapatkan kebaikan yang sempurna sebelum menginfakkan harta yang dicintai. Jangan sekali-kali merasa hebat karena semua itu kuasa Allah. Imam Ghazali mengatakan bahwa orang yang tidak merasakan sombong atau riya adalah orang-orang yang benar-benar berilmu,” tutur Kakanwil Jatim tersebut.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan para ASN untuk menjauhi penyakit hati seperti hasad atau sifat ‘SMS’ (Susah Melihat Orang Senang dan Senang Melihat Orang Susah). Beliau menegaskan bahwa orang yang menjadi pembenci biasanya disebabkan karena kurangnya ilmu. “Kenapa kita sakit? Bisa jadi karena kurang bersedekah atau salatnya yang kurang, maka perbanyaklah bersedekah. Amal artinya perbuatan atau tindakan, yang berarti orang Kemenag harus bertindak sesuai ajaran Rasulullah agar menghasilkan kemanfaatan. Karena kita sudah menginjak usia ke-80, maka kualitas diri harus lebih baik dari tahun sebelumnya agar menjadi orang yang beruntung,” tambahnya.

Menutup pembinaannya, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar memaknai kata ‘Bakti’ sebagai bentuk kesetiaan yang tulus kepada institusi dan agama. Beliau berpesan agar seluruh jajaran Kemenag menjadi pribadi yang menjaga dan merawat keharmonisan, bukan justru menjadi provokator. “Bakti adalah kesetiaan. Orang yang setia berarti dia menjaga dan merawat. Orang Kementerian Agama harus berbakti, jangan mudah mengompor-ngompori. Jangan niatkan untuk sekadar bekerja saja, niatkan ibadah juga dalam menjalankan tugas,” pungkasnya di hadapan para peserta tasyakuran.(Humas)