
Kab.Kediri (MAN 3) – Memasuki hari kedua Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi di MAN 3 Kediri, Sabtu (24/1), suasana khidmat menyelimuti aula saat Kasi Pendma Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Sahrul Munir, MA, memaparkan kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Beliau menekankan pentingnya spiritualitas dalam menjalankan tugas kependidikan. “Niatkanlah dengan rasa senang dan ikhlas di dalam hati sebagai wujud tholabul ilmi. Sebagaimana hadis riwayat Muslim, barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga,” pesannya kepada seluruh Kepala Madrasah, Wakil Kepala, dan GTK yang hadir.

Dalam arahannya, Sahrul Munir juga mengupas tuntas implementasi KMA 1503 yang menitikberatkan pada pembelajaran mendalam, pendekatan holistik, dan internalisasi nilai Panca Cinta. Hal ini selaras dengan delapan program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan kerukunan, cinta kemanusiaan, serta ekoteologi. Beliau menegaskan bahwa seluruh elemen madrasah harus bergerak searah dengan tagline “Kemenag Berdampak” agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sesi materi semakin dinamis bersama Fasilitator Nasional Tim KBC Provinsi Jawa Timur, Dr. Mochamad Zaenuri, M.Pd. Beliau membedah konsep Panca Cinta 4C (Cinta Diri dan Sesama: Happy tanpa Bully) serta Panca Cinta 4D (Cinta Diri dan Sesama: No Curiga, No Prasangka). Peserta diajak mendalami bagaimana KBC diintegrasikan ke dalam aspek intrakurikuler, kokurikuler, hingga budaya madrasah yang sehat. Menariknya, pada materi Panca Cinta 5 mengenai Cinta Tanah Air, seluruh peserta tampak anggun mengenakan wastra nusantara sebagai simbol kebanggaan budaya.

Keseruan acara memuncak saat pemberian apresiasi bagi para peserta. Panitia membagikan reward untuk kategori peserta terfavorit, peserta dengan pakaian adat terlengkap, serta pemenang slogan lingkungan dan persahabatan terbaik. Penghargaan ini menjadi stimulus bagi para pendidik untuk tetap kreatif dan ceria dalam mengadopsi nilai-nilai kasih sayang di lingkungan kerja masing-masing.

Sebagai langkah konkret, kegiatan bimbingan teknis ini akan segera ditindaklanjuti pada Minggu (25/1). Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, berharap agar ilmu yang telah diserap tidak hanya berhenti di ruang workshop, melainkan benar-benar terinternalisasi dalam keseharian. Beliau mendorong para GTK untuk aktif berkonsultasi dengan narasumber jika menemui kendala saat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah masing-masing, demi mewujudkan generasi yang unggul, berkarakter, dan penuh kasih sayang. (Humas)