
Prestasi membanggakan ditorehkan oleh kontingen MAN 3 Kediri dalam ajang Madrasah Japanese Supercamp (MAJASC) tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di MAN 2 Kota Kediri. Acara perdana yang didukung dan didampingi langsung oleh The Japan Foundation Jakarta dan Konsulat Jendral Jepang Surabaya serta Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur ini berlangsung meriah sejak Jumat (23/1) hingga Sabtu (24/1). Di bawah bimbingan guru pendamping Zainul Mustofa dan Riani Andari, para siswa berhasil menunjukkan taji mereka di hadapan puluhan madrasah lainnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendma Kemenag provinsi Jawa Timur, Sugiyo, pada Jumat (23/1). Dalam sambutannya, beliau menekankan urgensi penguasaan bahasa asing bagi generasi muda saat ini. Beliau menyampaikan pesan inspiratif, “Belajar bahasa itu sangat penting, namun yang paling utama harus dipelajari adalah bahasanya itu sendiri secara praktik, bukan sekadar terpaku pada tata bahasanya saja,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.

MAN 3 Kediri mengirimkan enam siswa terbaiknya untuk bersaing dengan total 38 madrasah se-Jawa Timur. Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis ketika dua delegasinya berhasil naik podium. Habib Al Fatah Putra Nugraha sukses meraih Juara 3 dalam kategori Presentasi Bahasa Jepang, sementara Putri Nur Fadilah berhasil menyabet Juara Harapan 1 dalam kategori Roudoku atau teknik membaca paragraf bahasa Jepang.
Riani Andari, selaku guru pembimbing bahasa Jepang, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya. Ia mengaku sangat terharu melihat dedikasi para siswa di ajang kompetisi yang cukup ketat tersebut. “Saya merasa sangat senang dan bersyukur anak-anak bisa mendapatkan juara. Harapan saya ke depannya mereka bisa lebih baik lagi dan semoga segala cita-cita mereka dapat tercapai melalui kemampuan bahasa ini,” ungkap Riani dengan penuh syukur.
Keberhasilan ini menjadi awal yang positif bagi pengembangan minat bahasa Jepang di lingkungan madrasah. Dengan total enam siswa yang dikirim dan dua di antaranya membawa pulang trofi, MAN 3 Kediri membuktikan bahwa kualitas pendidikan bahasa asing di madrasah kini mampu bersaing di level provinsi. Semangat para juara ini diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengeksplorasi budaya serta bahasa internasional.(Humas)