
Kab.Kediri (MAN 3) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri sukses menyelenggarakan Ujian Ubudiyah bagi seluruh siswa kelas 10 dan 11 pada hari ini, Rabu (10/6). Ujian praktik keagamaan ini berjalan dengan tertib dan lancar sejak pagi hari di lingkungan madrasah. Program tahunan ini dirancang khusus untuk mengukur sekaligus memastikan pemahaman serta kesiapan ibadah praktis para siswa secara berkala sesuai dengan jenjang kelas mereka.

Materi yang diujikan pada kali ini sengaja dibedakan guna menyelaraskan target kompetensi spiritual para siswa. Untuk siswa kelas 10, fokus pengujian meliputi praktik tayamum, praktik sholat jamak dan qoshor, serta hafalan bacaan setelah sholat Dhuha. Sementara itu, siswa kelas 11 menghadapi tantangan yang berbeda dengan menempuh ujian praktik tahlil/kalimah thoyyibah serta pendalaman bacaan setelah sholat Dhuha.

Kelancaran pelaksanaan ujian hari ini mendapat apresiasi langsung dari salah satu penguji Ubudiyah, Khoirotun Nisa. Menurutnya, kesiapan mental dan hafalan para siswa hari ini jauh lebih matang dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Alhamdulillah, pelaksanaan hari ini jauh lebih lancar lagi karena kemarin surahnya lebih panjang. Sedangkan untuk hari ini, bacaan sholat dhuha memang sudah sering dilakukan tiap hari di madrasah. Begitu juga dengan bacaan tahlil, terutama anak laki-laki yang sering ikut tahlilan di rumah atau rutin mengikuti jamaah yasin setiap seminggu sekali,” ungkapnya bangga.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, menegaskan bahwa ujian ubudiyah ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan instrumen penting dalam membentuk karakter religius siswa. Penguatan aspek fikih praktis dan tradisi amaliah nahdliyin menjadi modal berharga bagi siswa saat terjun ke masyarakat kelak. Pihak madrasah berkomitmen penuh untuk terus mengawal kualitas ibadah harian para peserta didik agar selaras dengan visi madrasah yang unggul dalam akhlak.

“Ujian Ubudiyah ini merupakan komitmen nyata madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dan benar dalam mempraktikkan ibadah sehari-hari. Kita ingin memastikan bahwa lulusan madrasah ini memiliki pondasi spiritual yang kuat dan mampu menjadi teladan keagamaan di tengah-tengah masyarakat,” tutur Jamiluddin di sela-sela memantau jalannya ujian.(Humas)