
Kab. Kediri (MAN 3) – Suasana khidmat menyelimuti MAN 3 Kediri pada hari keempat pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Praktik, Kamis (5/3/2026). Ratusan siswa kelas XII tampak serius mengikuti rangkaian ujian yang berfokus pada kemampuan literasi keagamaan klasik, yakni membaca dan memaknai kitab kuning. Kegiatan ini menjadi tolok ukur penting bagi kompetensi siswa dalam memahami khazanah keilmuan Islam tradisional sebelum mereka menuntaskan masa studi di madrasah.

Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I., memberikan apresiasi penuh atas kelancaran ujian yang berjalan tertib sejak pagi hari. Beliau menekankan bahwa kemampuan membaca kitab kuning adalah identitas yang wajib dimiliki oleh lulusan madrasah sebagai bekal strategis di masyarakat kelak. “Ujian praktik membaca kitab kuning bukan sekadar formalitas akademik, tetapi upaya kami memastikan siswa memiliki fondasi pemahaman agama yang otentik dan mampu mengkaji literatur klasik secara mandiri,” ungkap Jamiluddin di sela-sela pemantauan ujian.
Pelaksanaan ujian praktik ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga berakhlakul karimah. Melalui bimbingan para penguji yang kompeten, para siswa kelas XII terlihat percaya diri dalam membedah teks-teks Arab tanpa harakat (gundul). Kemampuan memaknai kitab kuning ini diharapkan menjadi pembeda bagi alumni MAN 3 Kediri agar mampu menjadi rujukan di masyarakat dalam memahami teks-teks keagamaan secara autentik.(Humas)