
Kab.Kediri (MAN 3) — Seluruh siswa kelas XI MAN 3 Kediri hari ini sukses menggelar pameran karya seni rupa 2 dan 3 dimensi serta lomba lukis taplak meja, Jum’at (12/6). Kegiatan yang berlangsung meriah ini menampilkan kreativitas tinggi siswa melalui 12 stand pameran yang berjajar rapi di aula bawah. Mengusung tema besar “Art of Indo” dengan tema stand spesifik “Flora dan Fauna Nusantara”, acara ini lahir dari kolaborasi solid para guru pembimbing seni budaya, yakni Siti Qoni’atun selaku ketua pameran dibantu oleh Futikhatul Dea Maharani, dan Nurma Ambar Wahyuni, serta didukung penuh oleh Ketua Panitia Siswa, Ananda Salsabila dari kelas XI I dan seluruh panitia pameran.

Kemeriahan acara sudah terasa sejak pagi hari saat seluruh warga madrasah berkumpul untuk mengikuti prosesi pembukaan. Tepat pukul 07.30 WIB, siswa kelas XI telah siap menyambut kehadiran para bapak dan ibu guru yang berjalan bersama Kepala Madrasah, Jamiluddin, menuju lokasi acara. Suasana khidmat dan antusiasme memuncak ketika MC Lutfiatul Qolbi bersama Alma Zulfa (XI D) memandu acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kepala MAN 3 Kediri didampingi oleh Ketua Pameran, Siti Qoni’atun, sebagai tanda resminya pameran dibuka.

Apresiasi tinggi dan rasa haru disampaikan langsung oleh pihak penyelenggara atas kerja keras seluruh siswa yang terlibat. Dalam sambutannya, Ketua Pameran Siti Qoni’atun mengungkapkan rasa bangganya terhadap totalitas para siswa kelas XI.

“Terima kasih atas kerja keras dari anak-anak semua dalam mewujudkan pameran ini, saya tidak menyangka, anak-anak sangat luar biasa dan totalitas. Terima kasih kepada Bapak Ibu guru yang mendukung acara, terima kasih juga kepada panitia yang juga sudah luar biasa. Ada 75 taplak meja karya anak-anak yang dilombakan dan ada pemilihan stand terbaik nantinya,” ujar Siti Qoni’atun.

Dukungan serupa juga mengalir dari pihak madrasah yang melihat potensi besar dalam karya-karya seni yang dipamerkan. Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, memberikan pujian dan berharap kreativitas ini tidak berhenti sampai di sini saja.

“Hasil karya bisa dikembangkan pada masa-masa mendatang, kita apresiasi anak-anak semuanya. Bagus-bagus standnya,” puji Jamiluddin saat meninjau langsung deretan stand flora dan fauna tersebut.

Persaingan ketat pun terjadi pada perebutan gelar juara menyusul adanya perubahan format penilaian untuk menentukan pemenang stand dan taplak terbaik. Untuk kategori stand terbaik, panitia akan memilih Juara 1, 2, 3, serta juara Favorit Pengunjung melalui sistem voting. Sementara itu, untuk lomba taplak meja yang diikuti 6-7 karya per kelas, tim juri yang salah satunya beranggotakan Moh. Hendrik Ferdianto menerapkan tiga tahap penyaringan ketat dari total 75 taplak hingga mengerucut menjadi 6 terbaik untuk menentukan Juara 1 hingga Harapan 3.
“Karya anak-anak sangat bagus-bagus kita juga kesulitan memilih 6 terbaik, anak-anak memiliki effort yang luar biasa,” pungkas Moh. Hendrik Ferdianto di sela-sela proses penjurian. (Humas)