
Kab.Kediri (MAN 3) – Semangat kolaborasi dan profesionalisme ditunjukkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri dalam pertemuan rutin DWP Kemenag Kabupaten Kediri yang digelar di Aula Belakang Kantor Kemenag, Rabu (18/2). Dua perwakilan MAN 3 Kediri, yakni Sri Wahjuni selaku Sekretaris, Eko Sri Astutik selaku Humas, dan Ny Chisna Barorin selaku ketua DWP MAN 3 Kediri hadir mewakili madrasah untuk menyerap arahan strategis organisasi.

Acara dibuka dengan khidmat melalui kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita, menciptakan suasana persatuan yang erat di antara para anggota yang hadir.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag Kabupaten Kediri, Ny. Nur Yayuk Ahmad Faiz, S.Ag., membagikan poin-poin penting hasil Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di Pacitan. Beliau menekankan bahwa peran istri ASN sangat krusial dalam mendukung program kerja suami demi mewujudkan layanan publik yang berdampak luas.

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pengukuhan “Bunda Inklusif”, sebuah komitmen untuk merangkul dan memberikan bimbingan khusus bagi anak-anak cerdas maupun anak-anak mempunyai keterbatasan fisik yang membutuhkan perhatian ekstra, selaras dengan program inklusi pemerintah. Selain aspek sosial, kedisiplinan dan identitas organisasi juga menjadi sorotan tajam dalam pertemuan tersebut. Ny. Nur Yayuk menginstruksikan seluruh anggota untuk tertib dalam atribut seragam, mulai dari pemasangan pin, penggunaan jilbab berlogo, hingga pemilihan tas dan jam tangan berwarna hitam yang seragam. Penegasan ini bukan sekadar soal estetika, melainkan simbol profesionalisme dan kesolidan DWP Kemenag Kabupaten Kediri dalam menunjukkan citra diri yang kompak dan terorganisir di mata publik.

Menyongsong datangnya bulan suci, suasana pertemuan pun beralih menjadi hangat dengan ucapan “Marhaban Ya Ramadhan”. Ketua DWP mengajak seluruh anggota untuk memperbanyak amal kebaikan, mulai dari tilawah Al-Qur’an, bersedekah, hingga konsistensi dalam ibadah tarawih. Beliau berharap momentum Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan kualitas ibadah yang lebih baik. Selain itu, direncanakan pula adanya kaleidoskop kegiatan rutin setiap satu atau dua bulan sekali guna memastikan dinamika organisasi tetap berjalan aktif dan produktif.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan sesi krusial yakni Bimbingan Teknis (Bimtek) e-Reporting dan dokumentasi kegiatan. Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan digitalisasi laporan di lingkungan DWP. Dengan penguasaan teknologi pelaporan yang baik, setiap kegiatan diharapkan terdokumentasi secara sistematis dan transparan. “Sukses itu kuncinya semua harus kompak,” tegas Ny. Nur Yayuk, menutup rangkaian kegiatan yang membekali para peserta dengan semangat baru dalam mengabdi dan berorganisasi.(Humas)