
Kab. Kediri (MAN 3) – Pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri mengikuti kajian Islam bersama pengasuh Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Kebondalem Kandangan, Gus Imam, pada Jumat (21/8). Kegiatan spiritual yang didampingi langsung oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, ini berlangsung khidmat di Aula Al Ikhlas. Kajian tersebut bertujuan untuk memperkuat fondasi keilmuan spiritual para pendidik agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara rohani.

Pemahaman taqwa secara lahiriah dan batiniah menjadi pemapar utama dalam materi kajian yang disampaikan oleh Gus Imam. Beliau menekankan pentingnya proses bertahap dalam menuntut ilmu syariat dan tasawuf agar seorang Muslim dapat mencapai tingkatan taqwa yang sempurna. Menurutnya, penguasaan ilmu lahir harus diimbangi dengan penataan hati agar pengetahuan yang dimiliki membawa keberkahan.

Secara spesifik, Gus Imam menjelaskan hierarki kajian kitab klasik yang menjadi panduan dalam menata ketakwaan seseorang. “Kitab Bidayatul Hidayah dari awal sampai akhir merupakan gambaran sedikit ilmu taqwa secara lahir. Ketika kita sudah bisa mengikutinya, maka perlu ditingkatkan dengan Kitab Ihya’ Ulumuddin untuk mencapai cara wushul atau tersambungnya taqwa secara batin,” tegas Gus Imam di hadapan para peserta kajian.

Selain itu, Gus Imam juga menyoroti pentingnya keikhlasan batin dalam menjaga nilai dan keagungan sebuah ilmu pengetahuan. Tanpa ketakwaan batin, ilmu-ilmu lahiriah yang terlihat sangat berharga seperti Nahwu dan Sorof bisa menjadi rendah harganya di hadapan Allah. Ketika batin seseorang telah bertakwa berlandaskan tuntunan Kitab Ihya’ Ulumuddin, pintu-pintu keilmuan yang hakiki dan hikmah akan terbuka lebar.

Pembersihan batin memiliki peran yang sangat krusial dalam membukakan pintu keilmuan yang hakiki. Gus Imam menjelaskan bahwa ilmu yang tampak berharga secara lahiriah, seperti Nahwu dan Sharaf, bisa menjadi rendah nilainya jika batin seseorang belum tertata dengan baik. Namun, ketika batin telah bertakwa berdasarkan tuntunan Kitab Ihya’ Ulumiddin, pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu akan terbuka secara luas dan mendalam. (Humas)