info@man3kediri.sch.id

Luruskan Niat Menuntut Ilmu, MAN 3 Kediri Adakan Kajian Bersama Gus Imam

Luruskan Niat Menuntut Ilmu, MAN 3 Kediri Adakan Kajian Bersama Gus Imam

Kab. Kediri (MAN 3) – Pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri mengikuti kegiatan kajian Islam bersama Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Kebondalem Kandangan, Gus Imam Baihaqi, di Aula Al-Ikhlas, Jumat (7/8). Berbeda dengan biasanya, kegiatan spiritual ini dilaksanakan lebih awal, yakni mulai pukul 06.45 hingga 07.25 WIB. Dalam tausiyahnya, Gus Imam Baihaqi yang didampingi Ustadz Saiful Anam mengingatkan seluruh jajaran civitas akademika akan pentingnya menjaga niat dalam menuntut ilmu agar terhindar dari sifat-sifat tercela yang membinasakan.

Penataan niat dalam mencari ilmu menjadi fokus utama bahasan agar ilmu yang didapat tidak memicu penyakit hati seperti sombong (kibri), dengki (hasad), dan pamer (ria). Gus Imam menegaskan bahwa seseorang yang menuntut ilmu dengan niat yang salah hanya akan mendatangkan buah yang buruk (awon). Orang berilmu justru berisiko tinggi terjerumus ke dalam perilaku buruk apabila ilmu yang dimilikinya digunakan untuk menampakkan kelebihan atau merasa lebih pandai dari orang lain. Oleh karena itu, setiap penuntut ilmu diimbau untuk senantiasa merenungkan dan memilah ilmu yang membawa perbaikan diri.

Perbedaan mendasar antara sifat sombong (kibri) dan ujub dijelaskan secara rinci meskipun keduanya saling berkaitan erat. Sifat sombong ditandai dengan kecenderungan merendahkan orang lain, sedangkan ujub lebih berfokus pada rasa bangga terhadap diri sendiri secara berlebihan. Selain itu, beliau memberikan gambaran mengenai batasan dengki melalui contoh sehari-hari, di mana berkeinginan memiliki hal yang sama seperti orang lain tidak berdosa, tetapi menjadi dosa jika berharap nikmat orang tersebut hilang. Pemahaman ini diharapkan membantu peserta untuk mengenali serta mengobati penyakit hati tersebut.

Akar utama dari tumbuh suburnya berbagai penyakit hati seperti sombong, dengki, dan pamer terletak pada sifat hubbud dunya atau kecintaan yang berlebihan terhadap dunia. Gus Imam mengutip hadis yang menegaskan bahwa hubbud dunya merupakan muara dari segala bentuk kesalahan dan kemaksiatan (ra’su kulli khathi’ah). Meski demikian, dunia juga dijelaskan sebagai tempat menanam modal kebaikan untuk diunduh hasilnya di akhirat kelak. Dengan menekan rasa cinta dunia yang berlebihan, seseorang dapat membentengi dirinya dari bahaya takbur, ria, dan hasad.

Pemberihan dan penataan hati menjadi kunci utama agar ilmu yang dipelajari mampu membuahkan kebaikan serta keberkahan hidup. Pemahaman mendalam mengenai bahaya penyakit hati ini menutup rangkaian kajian spiritual yang berlangsung khidmat hingga pukul 07.25 WIB tersebut. Melalui bimbingan dan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Imam Baihaqi beserta Ustadz Saiful Anam, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri diharapkan senantiasa dikaruniai kelurusan niat serta keteguhan dalam menjalankan amanah keimanan dan pendidikan.(Humas)