
Kab. Kediri (MAN 3) – Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri kembali mengawali rutinitas spiritual pasca-libur lebaran dengan mengikuti kajian Kitab Bidayatul Hidayah pada Jumat (24/4). Kajian yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Gus Imam Baihaqi, pengasuh Pondok Pesantren Mahatut Tholabah Kebondalem, sebagai pemateri utama. Bertempat di Aula Al-Ikhlas, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyucikan hati dan memperkuat karakter pendidik setelah merayakan Idul Fitri.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, hadir langsung mendampingi para staf dan guru dalam sesi perdana ini. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dalam menuntut ilmu bagi setiap tenaga pendidik agar dapat memberikan teladan yang baik bagi para siswa. “Kajian ini merupakan kajian perdana kita setelah hari raya Idul Fitri, saya memohon agar materi ini diikuti dengan baik oleh seluruh GTK demi keberkahan madrasah kita,” ujar Jamiluddin dalam sambutan pembukanya.

Dalam tausiyahnya, Gus Imam Baihaqi membedah karya monumental Imam al-Ghazali yang berfokus pada penyakit hati, khususnya sombong (takabbur) dan angkuh (al-fakhr). Beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat ini merupakan ancaman serius bagi siapa saja, terutama bagi mereka yang bergelut di dunia ilmu pengetahuan. “Dalam kitab Bidayatul Hidayah, pembahasan mengenai sombong dan angkuh merupakan bagian penting dalam disiplin akhlak dan tasawuf. Imam al-Ghazali menempatkan sifat ini sebagai penyakit hati yang sangat kronis dan harus dihindari, terutama bagi penuntut ilmu,” jelas Gus Imam.

Lebih lanjut, Gus Imam memerinci perbedaan antara kesombongan yang tersembunyi dengan yang tampak secara perilaku. Menurutnya, sombong batin adalah akar masalah di mana seseorang merasa lebih mulia secara sepihak dalam hati, sementara sombong zahir adalah perwujudan anggota tubuh dari kesombongan hati tersebut. Beliau memperingatkan bahwa sifat angkuh yang sering bersanding dengan rasa kagum pada diri sendiri (ujub) adalah penghalang utama bagi seseorang untuk merasakan nikmatnya surga di akhirat kelak.
Melalui pembedahan kitab Maraqil Ubudiyyah sebagai syarah dari Bidayatul Hidayah, diharapkan seluruh GTK MAN 3 Kediri mampu mengidentifikasi dan menjauhi perilaku yang merusak amal ibadah tersebut. Kegiatan rutin ini direncanakan akan terus berlanjut sebagai bagian dari program pengembangan spiritualitas dan peningkatan kualitas akhlak di lingkungan internal madrasah.(Humas)