
Kab. Kediri (MAN 3)– Kepala, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri berkumpul di Masjid Lantai 3 madrasah pada hari ini, Rabu (15/7) untuk berpartisipasi dalam pengukuran arah kiblat serentak. Sebelum waktu krusial tiba, seluruh GTK yang mendaftar telah hadir dan bersiap di lokasi area masjid lantai atas sejak sore hari. Gerakan massal nasional ini digelar tidak hanya sebagai aksi religius, tetapi juga bertujuan untuk memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Pelaksanaan inti dari pengukuran fenomena astronomis ini dilakukan secara serentak tepat pada pukul 16.27 WIB. Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I., memimpin langsung jalannya kegiatan pada menit yang telah ditentukan tersebut didampingi Kepala Tata Usaha (KPU) dan jajaran GTK. Momentum ini dinilai sangat krusial karena tepat pada pukul 16.27 WIB, posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda tegak lurus akan mengarah langsung ke kiblat.

Metode pengujian yang diterapkan pada pukul 16.27 WIB tersebut tergolong sangat sederhana namun efektif, yaitu memanfaatkan bayangan tongkat. Para peserta menancapkan tongkat pada media sederhana seperti botol air mineral (Aqua) di bawah terik matahari. Bayangan yang dihasilkan dari sisa tegak lurus tongkat pada menit presisi tersebut kemudian ditarik garis lurus sebagai penanda arah kiblat yang akurat.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Kediri, Bapak Jamiluddin, menegaskan bahwa partisipasi ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemecahan rekor. Beliau berharap pengukuran ini dapat menyempurnakan fasilitas ibadah di madrasah serta mengedukasi warga sekolah. “Kegiatan ini tidak hanya untuk menyukseskan rekor MURI, tetapi juga agar kita dalam beribadah tidak ragu-ragu lagi mengenai ketepatan arah kiblat,” pungkasnya.(Humas)