info@man3kediri.sch.id

DWP MAN 3 Kediri Ikuti Seminar Parenting Pendidikan Inklusif Kanwil Kemenag Jatim

DWP MAN 3 Kediri Ikuti Seminar Parenting Pendidikan Inklusif Kanwil Kemenag Jatim

Kab. Kediri (MAN 3) – Perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri mengikuti kegiatan seminar parenting pendidikan inklusif secara daring melalui Zoom dari Ruang Desain Grafis madrasah, Kamis (6/8). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diselenggarakan oleh DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus pembinaan rutin anggota DWP se-Jawa Timur. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag Prov. Jatim, Ny. Kholilati Bahtiar, yang memberikan arahan strategis mengenai pentingnya kepedulian keluarga terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, Ny. Kholilati Bahtiar, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam pemberian hak yang setara bagi setiap anak tanpa adanya diskriminasi. “Pendidikan inklusif bukan sekadar program sekolah atau wacana akademis, melainkan wujud nyata dari keadilan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Tugas kita sebagai orang tua adalah mendampingi mereka dengan penuh penerimaan dan kasih sayang,” ungkap Ny. Kholilati Bahtiar Penjelasan ini menjadi landasan utama dalam mengusung tema “Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Inklusif” pada pembinaan kali ini.

Dalam paparan materinya, praktisi Pendidikan Luar Biasa Mohamad Ali Muhaidhori, M.Pd. menjelaskan bahwa pendidikan inklusi merupakan gambaran nyata kondisi masyarakat yang pembelajarannya harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan dasar anak. Beliau menekankan bahwa anggota DWP merupakan garda terdepan di keluarga dengan layanan pedagogis perkembangan anak ada pada guru, serta menerapkan konsep multiple intelligences berasaskan keadilan seperti amanat Mars DWP. Dalam penanganannya, pembelajaran tidak harus memaksakan capaian target materi tetapi mengikuti kronologi kemampuan anak melalui empat pendekatan kurikulum, yaitu duplikasi, modifikasi (seperti tunanetra yang bisa bermain catur atau sepak bola), substitusi (seperti lomba lompat jauh yang diganti dengan materi lain atau materi terjadinya gempa bumi), serta omisi yang berarti mengurangi bagian tertentu. Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan SLB sebagai mitra sekolah inklusi, serta mengenal lebih dekat lembaga seperti Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (YBAB) yang didirikan dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI untuk mendampingi murid-murid berkebutuhan khusus.

Kehadiran narasumber best practice Mohammad Irfan Ramadhan, S.Par., seorang clerk administrasi di FIF Group sekaligus Guru Pusbisindo, semakin melengkapi pemahaman peserta mengenai kebutuhan nyata penyandang disabilitas pendengaran di masyarakat. Mohammad Irfan menekankan bahwa teman tuli tidak membutuhkan rasa kasihan, melainkan kesempatan dan dukungan aksesibilitas untuk berkomunikasi serta berkarya secara setara. Ia memaparkan bahwa penyandang tuli sangat membutuhkan akses informasi visual dan teks, seperti pemberian text/subtitle atau tulisan pada video dan vlog agar dapat dibaca, serta terwujudnya lingkungan kerja yang inklusif sebagai bentuk pemenuhan fasilitas yang layak. Melalui perjuangannya menembus keterbatasan hingga berprestasi, Mohammad Irfan menyampaikan ungkapan menyentuh hati, “Kami memang terbatas, tetapi kami sudah menembus langit karena cinta tidak membutuhkan suara dan mimpi tidak membutuhkan telinga untuk mewujudkan cita-cita”

Keikutsertaan DWP MAN 3 Kediri dalam kegiatan ini menjadi komitmen nyata madrasah dalam mendukung penguatan edukasi inklusif di lingkungan pendidikan. Ketua DWP MAN 3 Kediri, Ny. Chisna Barorin, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan dan ilmu yang didapat dari pembinaan tersebut. “Kami di DWP MAN 3 Kediri siap mendukung penuh terciptanya lingkungan yang ramah inklusi, serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan dan pengakuan yang sama untuk tumbuh percaya diri serta berprestasi sesuai dengan potensinya,” tegas Ny. Chisna Barorin.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DWP, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, pemaparan materi parenting, pemutaran video inspiratif, serta sesi sharing best practice hingga penutupan live streaming .Melalui keikutsertaan ini, DWP MAN 3 Kediri berharap pemahaman mengenai pendidikan inklusif dapat terus disebarluaskan, sehingga kesadaran akan hak-hak anak berkebutuhan khusus semakin meningkat di kalangan pengurus dan masyarakat luas.(Humas)