
Kab.Kediri (MAN 3) – Seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta murid kelas X MAN 3 Kediri mengikuti apel pembukaan kegiatan MATAMUDA Camp dengan khidmat. Agenda tahunan yang berlokasi di lingkungan madrasah ini diadakan sebagai penanda dimulainya Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) bagi para peserta didik baru. Bertindak sebagai petugas apel adalah anggota PRAMANDIGA (Pramuka MAN 3 Kediri) yang sukses mengawal jalannya upacara dari awal hingga akhir dengan penuh kedisiplinan.

Prosesi sakral penancapan pusaka ambalan menjadi momen paling ikonik setelah pembacaan Tri Satya dan Dasa Darma selesai dilakukan. Ritual adat pramuka ini diawali dengan pembacaan sandi ambalan yang diiringi oleh sikap sandi khusyuk dari seluruh peserta. Selanjutnya, Pradana Putra bertugas membawa pusaka keris dan Pradana Putri membawa pusaka selendang, sebelum akhirnya diserahkan untuk ditancapkan secara resmi oleh pembina apel sebagai simbol dibukanya kegiatan.

Pembina apel dalam amanatnya menekankan esensi penting perkemahan ini sebagai wadah sekolah kehidupan yang berlandaskan kemandirian dan kedisiplinan. Beliau menyampaikan pesan mendalam agar para peserta didik baru mampu menyerap nilai-nilai karakter selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah pada sore yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk melaksanakan Upacara Pembukaan Perkemahan Jumat-Sabtu Penerimaan Anggota Baru Gugus Depan MAN 3 Kediri. Sore ini adalah sore yang akan menjadi sejarah kalian resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pramuka MAN 3 Kediri. Perkemahan ini adalah sekolah kehidupan tempat kalian belajar mandiri tanpa HP, belajar disiplin, serta belajar cinta dan kebersamaan sesuai Kurikulum Berbasis Cinta kita. Ingat pesan saya: ikuti kegiatan dengan ikhlas, jaga kekompakan tanpa perpeloncoan, serta jaga kesehatan dan keselamatan diri maupun lingkungan,” tegas pembina apel.

Pihak madrasah juga memberikan mandat khusus kepada Dewan Ambalan dan para pembina pramuka untuk mengawal jalannya perkemahan dengan pendekatan humanis. Pembina apel berpesan agar seluruh panitia membimbing para junior dengan hati serta memberikan contoh-contoh keteladanan yang baik. Kolaborasi antarlini ini dinilai sangat krusial demi menciptakan lingkungan perkemahan yang aman, ramah anak, dan tetap edukatif bagi seluruh peserta.

Apel resmi diakhiri dengan pernyataan pembukaan secara simbolis oleh pembina apel serta apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran petugas yang bertugas. Kesuksesan apel ini dikomandoi oleh Reihansyah Alzufano Putra selaku Pemimpin Apel, dengan Muhammad Akbar dan Verlin Cahaya Kasih sebagai Danton PA/PI, Gilang Filza sebagai Ajudan, Salsabila sebagai Protokol, serta Farinda Nur selaku Birama. Pembacaan teks sakral dibawakan oleh Rayhan Aditya Wijaya (Tri Satya), Unzila (Dasa Darma), Erlangga Surya A. dan Novia Cinta Triazahra (Pembaca Sandi Ambalan), pembawa baki Nurin Fajarina, serta ditutup doa oleh Fidayatul Mila. Prosesi adat juga berjalan megah berkat penampilan Ahmad Nadzir Hidayatullah dan Saskia Maheva Balqis sebagai pembawa pusaka, dibantu barisan tongkat WOSM (Aisyah Uswatun, Faiqotul, Fahrani Diva, Citra, Ratih) dan tongkat Tunas (Ahmad Vertra, Keza Nauval Fathan, Davin Ali Muizzudin Idris, Wildan Sadewa Putra, Muhammad Zada Apta). (Humas)