
Kab. Kediri(MAN 3) – Seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri berkomitmen mendukung kelestarian lingkungan hidup melalui aksi nyata pengelolaan limbah domestik dari lingkungan keluarga masing-masing. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menghadiri kegiatan pembinaan dan sosialisasi bertajuk pengelolaan sampah yang diselenggarakan secara daring. Bertempat di Aula Al Ikhlas MAN 3 Kediri, Kamis (11/6), para anggota DWP berkumpul bersama dengan antusias untuk mengikuti jalannya acara demi menyerap wawasan baru terkait pentingnya menjaga ekosistem bumi dari unit terkecil masyarakat.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting yang menghubungkan seluruh jajaran DWP di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Pertemuan daring ini menghadirkan narasumber ahli di bidang lingkungan yang memberikan pemaparan interaktif mengenai urgensi penanganan limbah rumah tangga. Dengan mengikuti kegiatan ini secara kolektif di aula madrasah, DWP MAN 3 Kediri berupaya menyatukan visi dan langkah konkret agar setiap anggotanya mampu menjadi pelopor perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, Ny. Hj. Kholilati Bahtiar, dalam pengarahannya menegaskan bahwa peran seorang perempuan dan ibu sangat sentral sebagai manajer dalam mengarahkan kehidupan serta kebiasaan di dalam keluarga. Beliau menjelaskan bahwa tema yang diangkat sangat dekat dengan keseharian namun sering kali luput dari perhatian bersama, yaitu mengubah sampah menjadi sebuah keberkahan dengan merawat bumi lewat pemilahan dari rumah. Mengingat keluarga merupakan salah satu penyumbang terbesar sampah domestik, memilah sampah kini bukan lagi sekadar imbauan biasa, melainkan sudah menjadi kewajiban moral bagi setiap individu untuk menjaga kelangsungan bumi.

Sejalan dengan arahan tersebut, Ny. Nurul Rakhmawati, S.Ag., selaku narasumber sekaligus Penyuluh Agama Islam Kota Surabaya, membedah secara teknis cara cerdas mengelola sampah kering untuk digunakan ulang dalam lingkup kecil, sementara proses daur ulang diserahkan untuk skala pabrik. Beliau mengedukasi para peserta untuk mengubah cara pandang dari menganggap sampah sebagai kotoran menjadi sebuah berkah yang tertunda melalui sentuhan ilmu pengetahuan yang memberikan nilai guna baru. Pada kesempatan itu, narasumber juga mempraktikkan langsung pemilahan antara sampah organik dan anorganik serta menunjukkan contoh nyata pemanfaatan limbah berupa topi daur ulang yang sedang beliau kenakan.
Menanggapi seluruh pemaparan materi yang sangat mencerahkan tersebut, Ketua DWP MAN 3 Kediri memberikan apresiasi tinggi dan menaruh harapan besar agar ilmu yang didapatkan segera diimplementasikan oleh seluruh anggotanya. Langkah awal pemilahan sampah dari area dapur diharapkan dapat menjadi budaya baru yang mendatangkan kebaikan dan keberkahan bagi ketahanan keluarga. Pertemuan ini diakhiri dengan tekad bulat dari seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk bergerak bersama secara konsisten demi mewujudkan lingkungan madrasah dan rumah tangga yang bersih, sehat, dan berdaya.”Semoga apa yang kita pelajari hari ini membawa berkah dan nantinya kita akan mempraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam keluarga kita, terutama yang paling utama dimulai dari area dapur kita sendiri,” ujar Ny. Chisna Barorin,Ketua DWP MAN 3 Kediri saat memberikan penguatan di Aula Al Ikhlas. (Humas)