
Kab. Kediri (MAN 3) – Pengasuh Pondok Pesantren Mahatut Tholabah Kebondalem Kandangan, Gus Imam Baihaqi, menegaskan bahwa penyakit spiritual seperti dengki, gumedhe (sombong), pamer (riya), dan gawok (gila hormat/heran pada diri sendiri) merupakan sifat tercela ingkang sebongso ati (sebangsa hati) yang menjadi induk segala keburukan. Hal tersebut disampaikannya dalam Kajian Keislaman Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri yang digelar di Aula Al Ikhlas MAN 3 Kediri, Jumat (29/05). Menurutnya, penyakit batin ini sangat sulit disembuhkan karena cetak biru atau metode pengobatannya dinilai telah memudar dari pemahaman manusia modern saat ini.

Kegiatan keislaman yang rutin dilaksanakan tiap Jum’at ini dibuka langsung oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, serta dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota DWP, serta jajaran Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Dalam sambutan pembukanya, Jamiluddin menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kajian ini sebagai momentum penting untuk menyucikan hati sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan keluarga besar madrasah.

Di hadapan para jamaah, Gus Imam Baihaqi mengingatkan seluruh GTK dan anggota DWP dengan mengutip hadis riwayat Ibnu Mubarak mengenai dialog mendalam dengan Sahabat Mu’adz bin Jabal. Kisah tersebut menggambarkan betapa beratnya konsekuensi memelihara penyakit hati, hingga membuat Sahabat Mu’adz menangis tersedu-sedu secara berlebihan karena dilingkupi rasa takut yang luar biasa. Hadis ini membawa peringatan keras agar umat Muslim tidak meremehkan dosa-dosa batin yang sering kali tidak terlihat, namun berpotensi menghancurkan seluruh catatan amal ibadah.
“Hadits riwayat Ibnu Mubarok ini menceritakan Sahabat Mu’adz yang menangis berlebih saat hendak menyampaikan pesan Rasulullah. Perhatikanlah dengan seksama, karena kalau hadits ini tidak diperhatikan, maka kalian tidak akan punya khujah (alasan/pembelaan) di hadapan Allah SWT kelak,” tegas Gus Imam Baihaqi di hadapan anggota DWP dan guru MAN 3 Kediri.
Lebih lanjut, ia memaparkan rahasia langit mengenai penciptaan tujuh malaikat yang ditugaskan menjaga pintu-pintu langit jauh sebelum Allah SWT menciptakan alam semesta. Berdasarkan hadis tersebut, setiap lapisan langit memiliki penjaga dengan standar keikhlasan yang sangat ketat, sehingga secuil saja ada sifat ego atau kesombongan yang menyelip di dalam hati seorang hamba, maka seluruh amal kebaikannya akan ditolak.
“Gusti Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan langit dan bumi, di mana masing-masing malaikat menjadi penjaga pintu langit. Malaikat penjaga pintu itu akan bilang, ada orang yang amalnya luar biasa bersinar seperti cahaya matahari, maka amal itu akan ditolak mentah-mentah kalau di dalam hatinya dia sombong,” tutur Gus Imam Baihaqi menutup tausiahnya yang kemudian diakhiri dengan doa bersama yang khidmat. (Humas)