info@man3kediri.sch.id

Gus Imam Baihaqi: Sifat Tercela Hati adalah Induk Segala Keburukan yang Sulit Disembuhkan

Gus Imam Baihaqi: Sifat Tercela Hati adalah Induk Segala Keburukan yang Sulit Disembuhkan

Kab. Kediri (MAN 3) – Pengasuh Pondok Pesantren Mahatut Tholabah, Gus Imam Baihaqi, menegaskan bahwa penyakit hati seperti dengki, gumedhe (sombong), pamer (riya), dan gawok (terheran-heran pada diri sendiri) merupakan sifat tercela ingkang sebongso ati (yang sebangsa hati). Sifat-sifat ini bukan sekadar khilaf biasa, melainkan induk dari segala perkara yang buruk (awon). Parahnya, penyakit spiritual ini sangat sulit disembuhkan, bahkan teori atau metode untuk mengobati penyakit dengki secara total dinilai sudah hampir musnah dari pemahaman manusia modern saat ini.

Dalam tausiahnya, Jum’at(29/5) di Aula Al Ikhlas MAN 3 Kediri yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan serta di buka langsung oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, Gus Imam Baihaqi mengingatkan Bapak Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan dengan mengutip sebuah hadis riwayat Ibnu Mubarak yang menceritakan dialog mendalam dengan Sahabat Mu’adz bin Jabal. Kisah tersebut menggambarkan betapa beratnya konsekuensi memelihara penyakit hati, hingga membuat Sahabat Mu’adz menangis tersedu-sedu secara berlebihan karena merasa takut. Hadis ini memuat peringatan keras bagi seluruh umat Islam agar tidak meremehkan dosa-dosa batin yang sering kali tidak terlihat namun merusak seluruh catatan amal ibadah.

“Hadits riwayat Ibnu Mubarok ini menceritakan Sahabat Mu’adz yang menangis berlebih saat hendak menyampaikan pesan Rasulullah. Perhatikanlah dengan seksama, karena kalau hadits ini tidak diperhatikan, maka kalian tidak akan punya khujah (alasan/pembelaan) di hadapan Allah SWT kelak,” tegas Gus Imam Baihaqi di hadapan GTK MAN 3 Kediri.

Lebih lanjut, Gus Imam Baihaqi memaparkan isi hadis mengenai penciptaan tujuh malaikat yang ditugaskan menjaga pintu-pintu langit jauh sebelum Allah SWT menciptakan langit dan bumi itu sendiri. Setiap lapisan langit memiliki malaikat penjaga dengan standar keikhlasan yang sangat ketat. Berdasarkan hadis tersebut, secuil saja ada sifat gumedhe atau kesombongan yang menyelip di dalam hati seorang hamba, maka seluruh amal kebaikannya akan langsung tertolak di pintu langit dan dilemparkan kembali ke wajah pelakunya.

“Gusti Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan langit dan bumi, di mana masing-masing malaikat menjadi penjaga pintu langit. Malaikat penjaga pintu itu akan bilang, ada orang yang amalnya luar biasa bersinar seperti cahaya matahari, maka amal itu akan ditolak mentah-mentah kalau di dalam hatinya dia sombong,” tutur Gus Imam Baihaqi menutup tausiahnya disertai doa bersama.(Humas)