
Kab.Kediri (MAN 3) – Senin (26/1), suasana lapangan upacara tampak khidmat. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berkumpul bersama siswa serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Syekh Wasil, serta mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari IAFA dan IAIH, memberikan warna baru dalam pelaksanaan apel pagi yang penuh semangat.

Bertugas sebagai pelaksana upacara adalah siswa-siswi kelas 12 G yang tampil memukau dengan formasi yang rapi dan lugas. Ketegasan serta kesiapan mereka dalam menjalankan setiap prosesi mendapat perhatian khusus dari seluruh peserta. Kelancaran jalannya upacara ini membuktikan bahwa koordinasi antara siswa dan pendampingan dari pembimbing berjalan dengan sangat efektif selama masa bimbingan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Hudi Santosa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas upacara kelas 12 G. Beliau menilai performa mereka hari ini sangat baik dan patut dijadikan contoh bagi kelas lainnya. Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi tersebut, Hudi Santosa secara langsung memberikan reward khusus kepada para petugas di hadapan seluruh peserta apel.

Dalam amanatnya, Hudi Santosa menekankan bahwa kunci utama meraih masa depan adalah karakter yang kuat. Beliau menyampaikan, “Kedisiplinan harus dimulai dari diri sendiri. Kalian harus mampu menanamkan disiplin dalam belajar, patuh terhadap peraturan madrasah, hingga disiplin terhadap waktu. Ingatlah bahwa kesuksesan seseorang itu selalu berawal dari sikap disiplin yang ditanamkan sejak dini. Kita harus fokus melihat ke depan untuk mencapai sukses yang dicita-citakan.”
Apel pagi ini ditutup dengan doa bersama. Semangat kedisiplinan yang ditekankan dalam amanat pembina diharapkan menjadi bahan refleksi bagi siswa maupun mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri. Momentum ini sekaligus mempererat silaturahmi akademik antara praktisi pendidikan dan calon pendidik masa depan.(Humas)