
Kab.Kediri (MAN 3) – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIMA) MAN 3 Kediri sukses menggelar ajang Class Meeting yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI pada Selasa (16/12). Kegiatan ini menjadi momentum penyegaran bagi para siswa setelah menempuh Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil (ASASG), sekaligus wadah untuk menyalurkan bakat dalam bidang olahraga dan seni kuliner. Lima cabang lomba yang unik dan kompetitif dihadirkan untuk memeriahkan suasana, mulai dari Futsal Putra (PA), Tarik Tambang PA, Edusball Putri (PI), Balon Balap PI, hingga ajang bergengsi Sushi Creation Fest PI.

Pertandingan futsal menjadi primadona yang paling menyedot perhatian. Dengan sistem unik di mana satu tim terdiri dari gabungan dua kelas hasil undian, para siswa dituntut untuk membangun chemistry secara instan. Meski berlangsung sengit, panitia menerapkan aturan ketat seperti kewajiban penggunaan perlengkapan keamanan lengkap demi keselamatan pemain. Antusiasme penonton pun pecah saat mendukung tim kelasnya masing-masing. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Ahmad Fakhor Amin ini akan mencapai puncaknya pada babak final yang dijadwalkan berlangsung hari Rabu (17/12).
Di sudut lain madrasah, suasana tenang namun kompetitif terlihat pada ajang Sushi Creation Fest. Sebanyak 24 tim kelas bersaing menunjukkan kebolehan mereka dalam meramu hidangan khas Jepang bertajuk “Japanese Creativity – Sushi and Drink Creation.” Para peserta ditantang untuk melakukan proses plating atau penataan di tempat dalam waktu hanya 30 menit. Ketelitian sangat diuji, sebab penggunaan cetakan instan dilarang keras dan peserta wajib menyajikan sushi bersama minuman pendamping khas Jepang yang segar untuk dinilai oleh dewan juri.
Kualitas hasil karya para siswi tahun ini mendapat pujian luar biasa dari tim penilai. Imroatul Mufidah, salah satu dewan juri, mengaku terkesan dengan talenta yang ditunjukkan para peserta. “Para siswi sangat pintar berkreasi dalam plating dan rasanya juga enak-enak. Untuk kategori kelas X, suguhannya sangat menarik. Kami sampai bingung menentukan pemenangnya karena dari 24 peserta hanya diambil tiga tim terbaik sebagai juara 1, 2, dan 3,” ungkapnya bersama juri lain, Eko Sri Astutik dan Nur Inayah.
Keseruan juga tampak pada lomba fisik lainnya seperti Tarik Tambang yang mewajibkan penggunaan sarung tangan serta Balon Balap yang menuntut kekompakan tim secara berkelompok tanpa boleh bersentuhan tangan. Seluruh rangkaian lomba ini tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga mempererat solidaritas antar-siswa. Adapun pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah bagi para jawara direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2026 mendatang bertepatan dengan kembalinya aktivitas madrasah.(Humas)