info@man3kediri.sch.id

MAN 3 Kediri Uji Tuntas Kompetensi Al-Qur’an dan Ibadah Siswa Melalui AKKS

MAN 3 Kediri Uji Tuntas Kompetensi Al-Qur’an dan Ibadah Siswa Melalui AKKS

Kab. Kediri (MAN 3) – Seluruh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri, mulai dari kelas X, XI, dan XII, Senin (8/12) sampai hari ini, Selasa(9/12), melaksanakan Asesmen Kompetensi Keagamaan Siswa (AKKS) secara serentak. Ujian kompetensi ini dirancang untuk menguji kesiapan siswa dalam dua aspek fundamental keagamaan, yakni Kompetensi Al-Qur’an dan Kompetensi Ubudiyah (ibadah praktis).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan 36 guru penguji yang tersebar di setiap kelas, memastikan pengujian berjalan efektif dan menyeluruh. Materi ujian Kompetensi Keagamaan ini disesuaikan berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas XII diuji kemampuan membaca, menghafal, dan menulis Al-Qur’an pada Surat An Naba’, An Nazi’at, dan ‘Abasa, serta kompetensi ubudiyah mengenai Istighosah (bacaan, adab, dan kekhusyuannya).

Sementara itu, kelas XI difokuskan pada surat Al-Buruj hingga Al-Fajr, dan memiliki kompetensi ubudiyah yang lebih kompleks, yaitu praktik pengurusan jenazah, meliputi mengkafani (urutan, kerapian, dan adab) dan menyolati jenazah (niat, bacaan, gerakan, dan adab). Untuk siswa kelas X, materi Al-Qur’an meliputi surat-surat pendek mulai dari At-Takastur hingga An-Nas. Kompetensi ubudiyah untuk tingkat awal ini mencakup praktik wudhu (niat, gerakan, dan adab) serta praktik Sholat Subuh berjamaah (niat, rukun, bacaan, gerakan, dan adab sholat).

Seluruh indikator penilaian diatur ketat dengan predikat A, B, dan C, memastikan kualitas penguasaan materi keagamaan siswa terukur secara objektif dan komprehensif oleh para guru pembimbing yang telah ditunjuk. Pelaksanaan AKKS dibagi menjadi dua hari utama. Hari pertama, Senin (8/12), dikhususkan untuk ujian Baca Tulis Al-Qur’an. Sementara itu, hari kedua, Selasa (9/12), akan fokus pada ujian praktik ubudiyah, seperti praktik sholat jenazah dan mengkafani.

Guna memfasilitasi ujian praktik yang efisien, setiap kelas dibagi menjadi tiga kelompok kecil. Sebanyak 36 guru penguji telah dipersiapkan, sesuai dengan jumlah kelas yang ada di MAN 3 Kediri, untuk membimbing dan menilai setiap kelompok secara terperinci. Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I, mengungkapkan pentingnya pelaksanaan ujian ini bagi masa depan siswa. “Adapun tujuan dari ujian ini untuk mempersiapkan seluruh siswa agar siap ketika terjun di masyarakat nanti. Sebagai lulusan dari madrasah aliyah, diharapkan mampu menggunakan ilmunya untuk masyarakat sekitar jika dibutuhkan,” ujar Jamiluddin.

Melalui AKKS ini, MAN 3 Kediri berupaya memastikan bahwa lulusannya tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menjadi kader umat yang kompeten dan siap memimpin praktik ibadah di tengah komunitasnya. (Humas)