
Kab. Kediri (MAN 3) –Sekitar 111 siswa-siswi kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 3 Kediri menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keterampilan (UKK) yang berlangsung selama dua hari, mulai dari Rabu (10/12) hingga Kamis (11/12). UKK ini merupakan puncak evaluasi praktik bagi siswa pada program keahlian Tata Boga dan Teknik Elektro, dan dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) untuk menjamin relevansi keterampilan yang dimiliki siswa dengan kebutuhan pasar kerja.

Kegiatan UKK ini diawali dengan acara penting yang memperkuat ikatan antara madrasah dan industri. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan DuDi LKP Paramarta Kediri dan DuDi PT. Kastara Digital Teknologi Malang dilaksanakan pada Rabu (10/12) tepat pukul 07.30 WIB di ruang Kepala MAN 3 Kediri. Setelah penandatanganan yang menjadi landasan hukum kerjasama, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Keterampilan pada pukul 08.00 WIB yang digelar di ruang praktik ketrampilan.

Sebanyak 77 siswa dari program keahlian Tata Boga menghadapi tantangan pembuatan aneka macaron, hidangan penutup (dessert) khas Prancis yang dikenal sulit. Proses pembuatannya menuntut ketepatan komposisi empat bahan utama (putih telur, gula halus, tepung almond, dan tepung maizena) serta penambahan pewarna makanan (food grade) yang sesuai selera. UKK Tata Boga ini bekerja sama dengan DuDi LKP Paramarta Kediri dan dipandu langsung oleh Chef Magdalena Kurnia Dharma Putra, SE, didampingi guru Tata Boga, Imro’atul Mufidah, S.Pd. Keterampilan yang dinilai meliputi ketepatan resep, teknik pembuatan adonan, teknik pencetakan, hingga presentasi akhir produk (plating) yang cantik dan lezat.

Di waktu yang bersamaan, 34 siswa program keahlian Teknik Elektro menjalani UKK dengan tema yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, yaitu menginstalasi smart switch atau sakelar pintar. Keterampilan ini penting dalam mewujudkan konsep smart home. UKK Teknik Elektro ini menggandeng DuDi PT. Kastara Digital Technology Malang, dengan Bagus Wirawan Dewantara S.Tr.T bertindak sebagai instruktur dari pihak industri, bersama guru pembimbing, Adeva Diah Sari, S.Tr.T. Para siswa dituntut untuk menunjukkan keahlian dalam perakitan, pengkabelan, hingga pengujian fungsionalitas perangkat pintar tersebut sesuai standar industri.

Guru Tata Boga, mengungkapkan rasa bangganya terhadap hasil kerja siswa, “Dengan adanya pelatihan dan Uji Sertifikasi ini, saya melihat kemampuan anak-anak dalam bidang kuliner semakin bertambah, terbukti dari hasil karya macaron yang mereka buat. Kami berharap, kerja sama yang terjalin baik dengan DuDi LKP Paramarta ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut ke depannya demi memastikan kurikulum kami selalu relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Imro’atul Mufidah.

Keterlibatan aktif DuDi, yang diperkuat dengan penandatanganan MoU di awal kegiatan, menjadi poin kunci sukses UKK. Kerjasama dengan LKP Paramarta dan PT. Kastara Digital Technology memastikan bahwa standar kompetensi yang diujikan selaras dengan tuntutan industri. Hal ini tidak hanya meningkatkan mutu lulusan MAN, tetapi juga memperpendek jarak antara pendidikan vokasi dengan dunia kerja nyata. Sertifikat kompetensi yang diperoleh diharapkan menjadi modal berharga bagi para siswa untuk bersaing dan segera terserap di lapangan pekerjaan setelah lulus.

Pelaksanaan UKK Keterampilan Tata Boga dan Teknik Elektro ini berjalan lancar dan diakhiri dengan evaluasi menyeluruh pada hari Kamis. Kedua program keahlian telah berhasil menguji kesiapan dan kompetensi profesional siswanya. Dengan bekal keterampilan spesifik yang telah teruji dan disertifikasi oleh pakar industri, para siswa kelas XII kini siap melangkah maju dengan optimisme tinggi untuk memasuki persaingan global, baik sebagai wirausahawan muda maupun tenaga kerja terampil di bidangnya masing-masing. (Humas)