
Kab.Kediri (MAN 3)– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri hari ini, Senin (10/11), menggelar upacara bendera yang khidmat di lapangan madrasah untuk memperingati Hari Pahlawan. Kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh siswa merenungkan dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa. Seluruh dewan guru dan semua siswa berpartisipasi dalam upacara yang mengusung tema inspiratif: “Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”

Upacara kali ini mendapat kehormatan dengan kehadiran personel dari Koramil Kandangan. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Peltu Suwito, Bintara Tinggi Tata Usaha Urusan Dalam (Batituud) Koramil Kandangan. Selain itu, persiapan pasukan juga dibantu oleh Babinsa Kasreman, Henry P, bersama satu anggota lainnya. Kehadiran unsur TNI ini tidak hanya menambah kekhidmatan, tetapi juga menegaskan sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi penjaga kedaulatan negara dalam menanamkan nilai patriotisme.

Dalam amanatnya, Peltu Suwito membacakan Amanat Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Beliau menekankan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah, melainkan lahir dari paduan kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pejuang. Ada tiga hal utama yang wajib diteladani generasi muda: kesabaran pahlawan, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, serta pandangan yang jauh ke depan.

Lebih lanjut, amanat tersebut menjelaskan bahwa perjuangan masa kini telah bergeser. Medan pertempuran tidak lagi menggunakan bambu runcing, melainkan dengan senjata ilmu, empati, dan pengabdian. Namun, esensi semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Semangat inilah yang terus dihidupkan melalui program nasional, termasuk delapan agenda utama Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Untuk menambah semarak, peserta upacara tampil unik sesuai dengan dress code yang ditentukan, yaitu memakai baju pahlawan atau pakaian adat, sementara petugas upacara mengenakan pakaian serbaputih. Momen haru tercipta saat tim paduan suara Gita Swara Amanda menyanyikan lagu “Bagimu Pahlawan” dan “Indonesia Jaya.” Kekompakan juga diperlihatkan melalui penampilan andika bayangkari yang dibawakan oleh Tim Marching Band Gita Nuansa Amanda, sebelum upacara resmi ditutup dengan pembacaan doa.

Setelah kegiatan utama, peringatan Hari Pahlawan MAN 3 Kediri dilanjutkan dengan Festival Seni Lukis. Kompetisi yang diikuti oleh perwakilan dari 36 kelas (masing-masing diwakili 3 peserta) ini menjadi ajang kreativitas siswa dalam menginterpretasikan semangat perjuangan. Juri menilai karya berdasarkan beberapa kriteria, yaitu kesesuaian dengan tema (30%), kreativitas dan orisinalitas (30%), komposisi dan estetika (25%), serta kerapian dan teknik pewarnaan (15%).

Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I, menyampaikan harapannya agar peringatan ini menjadi momentum mendalam bagi siswa. “Kami berharap rangkaian kegiatan Hari Pahlawan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka,” ujar Jamiluddin. “Melalui upacara dan festival seni, semangat kepahlawanan yaitu jiwa rela berkorban dan berinovasi demi kemajuan bangsa dapat benar-benar tertanam dalam sanubari setiap siswa sebagai bekal berharga mereka menghadapi tantangan masa depan.”(Humas)