info@man3kediri.sch.id

Upacara HAB ke-80 Kemenag: ASN MAN 3 Kediri Perkuat Sinergi demi Indonesia Damai

Upacara HAB ke-80 Kemenag: ASN MAN 3 Kediri Perkuat Sinergi demi Indonesia Damai

Kab.Kediri (MAN 3)– Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri turut ambil bagian dalam kemeriahan Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kemenag Kabupaten Kediri ini berlangsung khidmat di lapangan MTsN 4 Kediri, Jalan Batik Madrim Nomor 53, Tarokan, Kediri, pada Sabtu (3/1). Dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Rukun dan Damai,” upacara ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh abdi negara di bawah naungan Kemenag.

Upacara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi Kemenag Kabupaten Kediri, mulai dari Kepala Kantor, Kasubag TU, para Kasi, hingga seluruh Kepala MIN, MTsN, dan MAN se-Kabupaten Kediri. Rangkaian prosesi upacara berjalan tertib, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin sakral saat pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, Panca Prasetya Korpri, serta Kode Etik Pegawai dikumandangkan sebagai pengingat jati diri ASN yang berintegritas.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Achmad Faiz, M.HI, memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pengabdian tanpa batas. “Mari kita berhikmah dengan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kehadiran kita harus dirasakan sebagai solusi dan penyejuk di tengah keberagaman,” tegas H. Achmad Faiz sebelum membacakan amanat tertulis dari Menteri Agama RI.

Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan, disoroti pula tantangan zaman yang kian dinamis. “Jika dulu para cendekiawan harus unggul dalam literasi baca-tulis, kini kita dihadapkan pada era konten AI yang harus dikawal dengan bijak. ASN Kemenag dituntut untuk adaptif, inovatif, dan melek teknologi tanpa meninggalkan nilai moral. Mari kita satukan tekad dan tetap optimistis bahwa kita mampu memajukan pendidikan serta kerukunan di negara tercinta ini,” ungkapnya merangkum pesan Menag.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang tinggi, acara dilanjutkan dengan penganugerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Bapak/Ibu guru yang telah mengabdi selama 30 tahun di Kementerian Agama. Penghargaan ini menjadi simbol kehormatan atas loyalitas dan pengabdian panjang dalam mencerdaskan bangsa. Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan untuk kemajuan Kementerian Agama dan kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.(Humas)