
Kab.Kediri (MAN 3)- Dewan Juri Lomba dalam rangka memperingati Hari Santri, Sumpah Pemuda, dan Bulan Bahasa bertajuk SATU JIWA (Santri dan Pemuda Bersatu dalam Semangat Indonesia) melaksanakan tugas penilaian karya pada Senin (19/10/2026). Kegiatan lomba yang digagas oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIMA) MAN 3 Kediri ini diikuti oleh perwakilan dari 24 kelas untuk empat cabang perlombaan. Penilaian dilaksanakan secara intensif di dua lokasi berbeda, yakni Lomba Video Kreatif Storytelling Peninggalan Bersejarah bertempat di Laboratorium Desain Grafis dengan juri Nurma Ambar Wahyuni,Yuyus Udiarto dan Ratna Eko Cahyani, serta Lomba Video Da’i bertempat di Ma’had Ar-Ridlwan Putri dengan juri Citra Resmi Aldila, dan Pramarine Nevyasandi.

Penilaian karya video dikemas secara sistematis berdasarkan aspek dan petunjuk teknis yang terukur pada masing-masing cabang lomba. Untuk Lomba Video Storytelling, kriteria mencakup kesesuaian tema dan kelengkapan informasi situs (40%), kreativitas konsep dan visual editing (30%), serta cara penyampaian, penghayatan, dan pesan edukatif pelestarian sejarah (30%). Sementara itu, Lomba Video Da’i mengusung materi keutamaan menuntut ilmu dengan aspek penilaian meliputi adab dan kesopanan, kesesuaian tema dan keakuratan dalil, mimik wajah dan intonasi, serta artikulasi dan kerapian busana. Peringatan SATU JIWA ini memperebutkan berbagai penghargaan seperti Juara 1, 2, 3, Best Speaker untuk Lomba Da’i dan Tilawatil Qur’an, Best Gold Video dan Best Storytelling untuk Storytelling, serta Juara Harapan 1 dan 2 untuk Deklamasi Sumpah Pemuda. Adapun Lomba Deklamasi Teks Sumpah Pemuda dan Lomba Tilawatil Qur’an dijadwalkan menyusul pada Kamis (22/10/2026).

Di tengah proses penilaian karya yang berlangsung ketat, Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, menyampaikan apresiasi tinggi atas objektivitas dewan juri dan kreativitas para peserta. “Penilaian yang dilakukan oleh para dewan juri hari ini merupakan bentuk apresiasi objektif terhadap kerja keras dan kreativitas anak-anak dalam mengekspresikan nilai-nilai sejarah, kedai’an, dan kebahasaan melalui ajang SATU JIWA; kami berharap penilaian ini melahirkan pemenang yang jujur dan menginspirasi seluruh murid,” tegas Jamiluddin. Pesan pimpinan madrasah ini kian menegaskan komitmen madrasah dalam menjunjung tinggi objektivitas dan pengembangan bakat peserta didik.

Antusiasme dan kualitas karya yang dikirimkan oleh perwakilan 24 kelas menunjukkan tingginya potensi serta pemahaman murid terhadap nilai-nilai sejarah, keagamaan, dan kebangsaan. Pengemasan video kreatif berbasis digital ini juga menjadi sarana efektif bagi generasi muda madrasah dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan edukatif. Sinergi antara OSIMA, dewan juri, dan pihak madrasah terus terjaga demi menyukseskan puncak peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda.

Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah suksesnya dewan juri MAN 3 Kediri dalam menjalankan tugas penilaian Lomba Video Storytelling dan Da’i pada ajang SATU JIWA di dua lokasi berbeda. Melalui kriteria penilaian yang terukur, dorongan penuh dari Kepala Madrasah, serta kesiapan pelaksanaan cabang perlombaan berikutnya pada 22 Oktober 2026, ajang ini berhasil memadukan semangat religiusitas, literasi sejarah, dan kreativitas santri milenial. (Humas)