Kab. Kediri (MAN 3) – MAN 3 Kediri menggelar apel rutin Senin pagi (12/10/2026) di lapangan utama madrasah. Apel yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh civitas akademika serta mahasiswa magang dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung dan IAIH. Rangkaian kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan reward penghargaan bagi pendidik dan peserta didik berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas raihan capaian membanggakan di berbagai ajang kompetisi.
Penghargaan bagi para pendidik diserahkan langsung oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin. Adapun pendidik penerima penghargaan antara lain Imroatul Mufida (Tata Boga), Nurma Ambar Wahyuni (Desain Grafika), Putri Arini Slamet (Tata Kecantikan), Achmad Dahlan (Bulu Tangkis), Anisa Julia Irmawati (OMI Mapel Ekonomi), Hulil Albab (Juara 2 IPSI Tanding Putra Dewasa Kejuaraan Pencak Silat Nasional Batu Student Championship), Anisa Larasati Sumali (Olimpiade Sains Madrasah Mapel Bahasa Indonesia dan Pengucapan UUD 1945), serta Yuyus Udiarto (Menyanyi).
Sementara itu, penghargaan untuk murid berprestasi diserahkan oleh Kepala Tata Usaha Hudi Santosa, Wakakur Muh Nurul Mukhlishin, Wakasis Zainul Mustofa, dan Waka Sarpras Achmad Dahlan. Penghargaan diberikan kepada Sifa Aulia Rohmah, Della Anggi Prahesti, Faza Julia, Nariswari Dyah Paramesti, Reihansyah Alzufano Putra, Inez Nur Maulida, Lina Lestari, Tim Tata Boga, Tim Desain Grafis, Aisha Nur Hanifa, Aisyah Nur Z.K.R, Bilqis Aliasuryanissa, Zahra To Sita, Aisaha Nuril Fadilah, Muizzata Falilla Wahida, serta Tahta Kirana Kalila Safa.
Dalam arahannya, Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, menyampaikan apresiasi dan berpesan agar capaian ini tidak membuat seluruh warga madrasah cepat berpuas diri. “Prestasi akademik dan non-akademik adalah kebanggaan kita bersama, namun harus senantiasa diimbangi dengan keagungan akhlak. Jadikan penghargaan ini sebagai pemantik semangat untuk terus berkarya dan menjadi teladan, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Apel, Ucik Nurmawati, memberikan pesan mengenai hakikat kecantikan dan karakter diri. “Riasan (make-up) bukan tolok ukur kecantikan; kecantikan sejati dapat dibangun melalui tutur kata yang santun, kecerdasan pikiran, perilaku yang terpuji, serta rasa percaya akan potensi diri yang dimiliki,” tegas Ucik. Ia menutup amanatnya dengan bait pantun: “Burung merpati terbang ke awan, hinggap sejenak di pohon jati, jangan hanya mengejar penampilan, asahlah ilmu dan bangun prestasi.” Ucik menekankan bahwa berhias itu bonus, namun memiliki akhlak yang baik adalah sebuah keharusan.
Momen apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen MAN 3 Kediri dalam membina potensi akademis, non-akademis, serta penguatan Karakter Berbasis Cinta (KBC) dan panca cinta bagi seluruh warga madrasah. Sinergi antara pimpinan, pendidik, dan murid terus dipupuk untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang berprestasi dan berakhlakul karimah. (Humas)





