
Kab. Kediri (MAN 3) – Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) MAN 3 Kediri sukses melaksanakan kunjungan studi tiru ke MAN 2 Kota Malang, Jumat (26/6), guna mempersiapkan kelengkapan eviden Rombongan yang terdiri dari 21 orang ini berangkat dari MAN 3 Kediri pada pukul 06.00 WIB dan tiba di lokasi tujuan pada pukul 08.30 WIB. Setibanya di sana, rombongan disambut hangat oleh Tim Humas MAN 2 Kota Malang dan langsung diajak berkeliling melihat fasilitas unggulan, mulai dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), ruang guru, hingga laboratorium terpadu yang representatif untuk karantina peserta OSN dan MYRES.

Acara resmi yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini diawali dengan pembacaan suratul fatihah dan dilanjutkan dengan sambutan penuh kehangatan dari Kepala MAN 3 Kediri sekaligus Penanggung Jawab PMPZI, Jamiluddin. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya tholabul ilmi serta kesinambungan bimbingan yang sebelumnya telah diinisiasi oleh ketua Tim ZI MAN 2 Kota Malang, Bapak Ady Siswanto, enam bulan lalu di Kediri. “Kehadiran kami hari ini adalah untuk tholabul ilmi, menyerap langsung jurus jitu pembangunan ZI dari MAN 2 Kota Malang. Mohon bimbingannya, dan kepada teman-teman tim MAN 3 Kediri, saya minta agar menyampaikan apa saja yang dibutuhkan secara gamblang. Tanyakan ini dan itu, mohon kesabaran tuan rumah, karena kami ingin pulang membawa berkah ilmu dan doa untuk kesuksesan madrasah kami,” ujar Jamiluddin.

Pihak tuan rumah menyambut baik rombongan dengan memaparkan sejarah panjang serta komitmen inovasi tiada henti yang menjadi kunci sukses MAN 2 Kota Malang meraih predikat WBBM. Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan ini dan memotivasi seluruh peserta untuk terus memaksimalkan potensi lokal demi kemajuan ZI. “Kehadiran kita semua di forum ini pasti mempunyai nilai tambah bagi kita semua. Selamat datang di MAN 2 Kota Malang yang berdiri sejak tahun 1956 dan saat ini membina 1.572 siswa. Kegiatan pembangunan ZI yang kita lakukan ini sangat membutuhkan inovasi-inovasi baru serta linimasa yang terukur. Alhamdulillah, berkat dukungan semua stakeholder, kami bisa memaksimalkan apa yang ada pada madrasah sesuai dengan kearifan lokal yang kami punya. Sejak memulai pembangunan ZI tahun 2019, kuncinya adalah men-submit yang terbaik sesuai dengan eviden yang dibutuhkan,” tegas Samsudin.

Prosesi kunjungan dilanjutkan dengan tukar-menukar cidera mata sebagai simbol sinergi kuat antar-madrasah, yang kemudian disambung dengan pemaparan materi strategi pembangunan ZI dan sesi tanya jawab interaktif. Sesi diskusi ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim ZI MAN 2 Kota Malang, Ady Siswanto, yang membedah tuntas kiat-kiat praktis dalam menyusun dokumen administrasi dan implementasi lapangan. Seluruh peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan teknis demi mematangkan persiapan penilaian mandiri pembangunan zona integritas di lembaga mereka masing-masing.

Diskusi mendalam yang berlangsung hangat tersebut berhasil memetakan keterkaitan erat antarzona sebagai pilar utama dalam pemenuhan kriteria Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Pembahasan dimulai dari Zona Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, khususnya terkait standar pelayanan serta survei internal maupun survei kepuasan masyarakat. Semua instrumen pelayanan tersebut kemudian dihubungkan secara sistematis dengan Zona Penguatan Pengawasan, Zona Penguatan Akuntabilitas, Zona Penataan Sistem Manajemen SDM, Zona Penataan Tata Laksana, hingga Zona Manajemen Perubahan. Kunjungan studi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi demi mewujudkan tata kelola madrasah yang bersih, akuntabel, dan melayani.(Humas)