
Kab,Kediri (MAN 3) — Seluruh siswa kelas X dan XI Program Keagamaan MAN 3 Kediri mengikuti kegiatan Arabic Camp atau Muhayyamah Al-Arabiyah yang berlangsung sejak Jumat (12/6). Kegiatan intensif yang bertujuan untuk menguatkan ekosistem berbahasa ini dibuka secara resmi di Aula Ma’had Ar Ridwan. Selama tiga hari dua malam, para peserta didorong untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Arab secara aktif guna mencetak lulusan keagamaan yang unggul dan kompetitif.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 3 Kediri, Muhammad Nurul Mukhlishin, membuka acara tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan pihak kampus. Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Muhammad Nurul Mukhlishin, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi perdana bersama HMPS Bahasa Arab UIN Syekh Wasil ini. “Kerja sama ini berjalan dengan baik sebagai wujud visi MAN 3 Kediri dalam mencetak lulusan berprestasi yang unggul di bidang bahasa Arab. Kami merasa terhormat menjadi madrasah pertama yang ditunjuk untuk menggelar Muhayyamah Al-Arabiyah ini. Semoga waktu tiga hari dua malam ini efektif dalam membentuk atmosfer akademik dan melatih pembiasaan berbahasa Arab bagi siswa program keagamaan,” ujarnya.

Rangkaian agenda hari pertama langsung dilanjutkan dengan seminar edukatif untuk membakar semangat para peserta dalam mendalami materi linguistik. Seminar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa Arab UIN Syekh Wasil Kediri, Khofifatul Mbaruroh. Melalui sesi ini, para siswa dibekali dengan metode praktis dan motivasi tinggi agar tidak canggung dalam mengadopsi bahasa Arab sebagai percakapan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, secara terpisah turut memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap inisiatif program perdana ini dan meminta seluruh siswa memanfaatkannya dengan optimal. “Ikuti kegiatan ini dengan baik, serap ilmu yang disampaikan,” tegas Jamiluddin saat memberikan arahan. Beliau berharap kolaborasi berbasis akademik seperti ini dapat terus dipertahankan demi menjaga mutu dan kekhasan program keagamaan madrasah. Kegiatan bernuansa edukatif ini dijadwalkan akan diakhiri pada hari Minggu (14/6) dengan agenda outbound Arabic. Melalui permainan luar ruangan yang dikemas menggunakan instruksi dan interaksi penuh dalam bahasa Arab, seluruh siswa diharapkan dapat mengakhiri pembelajaran dengan kesan yang menyenangkan. Aktivitas penutup ini dirancang untuk merekatkan kebersamaan sekaligus menguji kefasihan berbahasa yang telah diasah selama program berlangsung.(Humas)