
Kab. Kediri (MAN) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri menunjukkan komitmen tinggi dengan setia mendampingi pelaksanaan Parenting Islami hari ketiga yang dihadiri oleh seluruh murid dan wali murid kelas XII di Aula Bawah pada Jumat (10/7). Mengusung tema “Sinergi rumah dan madrasah mewujudkan generasi 3 KBC (Kreatif, Berkarakter, Cerdas Digital)”, kehadiran pengurus dan anggota DWP ini menjadi bukti dukungan nyata dalam menyelaraskan ikhtiar lahir dan batin menjelang tahun kelulusan siswa. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pembacaan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Saiful Anam, dibuka dengan ummul kitab, serta dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Fina Ainur Rosyida dari kelas XII Program Keagamaan.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, dalam sambutannya yang turut disaksikan oleh jajaran DWP, memberikan peringatan sekaligus motivasi mendalam agar siswa langsung bersiap sejak hari pertama masuk madrasah. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan waktu yang singkat melalui integrasi “jalur dunia” dan “jalur langit” serta meminta orang tua menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di rumah. “Waktu kalian tidak terlalu lama, tolong dipikirkan nasibnya. Mulai Senin masuk harus sudah on. Jaga amanah orang tua, kejar prestasi kalian, bekali dengan belajar yang serius jangan lupa berdoa, buktikan kalian anak-anak hebat. Ingat, ridho Allah juga ridho orang tua,” tegas Jamiluddin memotivasi siswa.

Sesi utama Parenting Islami yang diisi oleh Ustadz Marendra Darwis mengupas tuntas realita perjuangan hidup dengan menegaskan bahwa kesuksesan sejati membutuhkan komitmen dan ketekunan yang luar biasa. Didampingi oleh Ibu-ibu DWP yang mengawal jalannya acara, pemateri mengingatkan para peserta agar tidak terlena dengan khayalan keberhasilan instan tanpa adanya pengorbanan yang nyata. “Tidak ada orang di muka bumi yang tidak tenanan (bersungguh-sungguh) dan tanpa usaha tapi bisa sukses,” ujar Ustadz Darwis di hadapan ratusan wali murid kelas XII.

Lebih lanjut, Ustadz Marendra Darwis menyoroti tantangan psikologis dan komunikasi generasi masa kini yang kerap terjebak dalam fenomena gaya hidup modern yang semu. Ia mengingatkan pentingnya menyamakan visi atau frekuensi antara orang tua dan anak agar komunikasi tidak mengalami hambatan, serta mengkritisi kecenderungan Gen-Z yang FOMO. “Saat yang didengar frekuensinya tidak sama, maka yang didengar adalah kemrosok. Itulah gaya-gaya generasi zaman now, generasi FOMO (Fear of Missing Out) yang selalu butuh validasi,” jelasnya menganalisis karakter remaja saat ini.

Acara yang berlangsung penuh emosional ini ditutup dengan khidmat melalui doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Marendra Darwis demi kelancaran ujian dan masa depan para siswa. Melalui sinergi lahiriah berupa belajar tekun dan batiniah melalui untaian doa yang turut diaminkan oleh keluarga besar DWP, madrasah berharap seluruh siswa kelas XII mampu meraih kelulusan penuh. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum bagi orang tua untuk memperketat pendampingan moral di rumah demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.(Humas)