
Kab.Kediri — Seluruh Pendidik, Tenaga Kependidikan, serta seluruh murid kelas 10, 11, dan 12 MAN 3 Kediri memadati Aula Bawah madrasah untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Senin (24/8). Kegiatan diawali sejak pagi dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan penampilan seni Habsyi, serta pembacaan istigasah dan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Saiful Anam. Setelah pembukaan oleh pembawa acara Davin Ali M.I dan Alif Azzani A., suasana semakin khusyuk saat M. Fatkhurrozi membacakan ayat suci Al-Qur’an dan Indira melantunkan sari tilawah di hadapan seluruh civitas akademika.

Sebelum memasuki acara sambutan utama, acara diselingi dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Koordinator Lomba, Yuyus Udiarto, membacakan para pemenang Lomba Membaca Teks Proklamasi dan Lomba Menyanyi Lagu Kebangsaan untuk kategori Juara 1, 2, 3, serta Harapan 1, 2, dan 3. Penyerahan piala dan hadiah diserahkan langsung oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi serta semangat nasionalisme para siswa.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I., mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum perbaikan diri. “MAN 3 Kediri mengadakan kegiatan yang sangat mulia ini untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal yang paling penting adalah memastikan niat kita, yaitu tidak hanya sekadar memperingati, tetapi juga mengimplementasikannya setelah acara ini, salah satunya dengan meningkatkan ibadah kita. Mari kita ikuti dan laksanakan seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Jamiluddin.
Usai pembacaan selawat Mahalul Qiyam, acara dilanjutkan dengan mauidhotul hasanah dan doa yang disampaikan oleh penceramah kenamaan asal Jombang, KH. Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong. Dalam tausiahnya, Mbah Bolong menekankan pentingnya rasa syukur serta menjauhi perbuatan dosa. “Nikmat akan ditambah jika kita bersyukur, dan orang yang bersyukur itu pasti bahagia. Nikmat yang paling kecil adalah bernapas, sedangkan nikmat yang paling besar adalah terciptanya Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ingatlah sejarah lahirnya Rasulullah dan waspadailah dua dosa besar yang dapat membuka aib di dunia dan akhirat, yaitu dosa anak durhaka kepada orang tua dan dosa zina,” tutur KH. Nur Hadi (Mbah Bolong).
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini resmi ditutup sebelum azan Dzuhur berkumandang, kemudian dilanjutkan dengan momen kebersamaan berupa makan bersama seluruh civitas akademika MAN 3 Kediri. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah di madrasah. Melalui pembinaan spiritual ini, jajaran pendidik dan peserta didik MAN 3 Kediri diharapkan mampu meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan madrasah.(Humas)