
Kab. Kediri (MAN 3)– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri hari ini, Rabu (22/10), menggelar peringatan Hari Santri Nasional dengan sangat meriah dan khidmat melalui upacara bendera yang terbagi di dua lokasi. Sebagian besar warga madrasah melaksanakan upacara di lapangan utama MAN 3 Kediri, sementara lima kelas XII (G, H, I, J, dan K) beserta wali kelas mereka berpartisipasi dalam upacara yang dilaksanakan di Lapangan Canda Birawa Pare. Pembagian lokasi ini tidak mengurangi kekhidmatan acara, yang menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika MAN 3 Kediri untuk mengenang sejarah dan menegaskan kembali peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara Hari Santri kali ini menampilkan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Seluruh peserta, mulai dari siswa hingga Bapak/Ibu guru, mengenakan busana khas pesantren. Siswa putra tampak gagah dengan baju koko putih, sarung berwarna gelap, dan kopiah, sementara siswi putri mengenakan atasan putih, rok hitam, dan jilbab, mencerminkan identitas religius dan tradisi santri Nusantara.

“Saya sangat mengapresiasi tinggi dedikasi petugas upacara yang telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Kepada para pemenang lomba Hari Santri, saya ucapkan selamat, semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus bersemangat,” ujar Jamiluddin, Kepala MAN 3 Kediri, selaku Pembina Upacara. Dalam amanatnya, beliau juga membacakan secara langsung amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang menekankan pentingnya peran santri dalam memajukan bangsa.

Hari Santri kali ini mengusung tema sentral, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini merefleksikan tekad santri untuk tidak hanya menjadi penjaga kemerdekaan, tetapi juga sebagai motor penggerak kemajuan. Santri didorong agar hadir sebagai pelaku sejarah baru, pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamin demi membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Lebih lanjut, amanat Menteri Agama mengingatkan bahwa negara memberikan perhatian besar kepada pesantren melalui Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, termasuk adanya dana abadi pesantren. Pesan utama yang disampaikan adalah agar santri senantiasa berilmu, berakhlak, dan berdaya, merawat tradisi namun tetap merangkul inovasi zaman, serta membawa semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, hingga kancah internasional.

Selain rangkaian pidato, upacara ini semakin sakral dengan pembacaan Naskah Resolusi Jihad dan Pembacaan Ikrar Santri. Suasana kian membangkitkan semangat kebangsaan dan keislaman dengan dilantunkannya lagu wajib seperti Mars Subbanul Wathan dan Mars Hari Santri.

Kemeriahan Hari Santri Nasional di MAN 3 Kediri mencapai puncaknya dengan pengumuman pemenang berbagai kompetisi yang telah digelar. Pemenang Lomba Pemilihan Duta Religi (yang penjuriannya berlangsung 12-14 Oktober 2025) dan Lomba Menulis Sejarah Perjuangan Orang Tua (yang dilaksanakan 13-17 Oktober 2025) diumumkan langsung saat upacara. Pengumuman para juara—termasuk juara 1, 2, dan 3 untuk Duta Religi, serta juara tiap jenjang untuk lomba menulis—menambah semarak suasana. Rangkaian acara hari penting ini kemudian ditutup dengan sesi doa bersama yang khidmat di Masjid Al-Hidayah MAN 3 Kediri, menandai akhir dari perayaan yang penuh makna tersebut. (Humas)