
Kab. Kediri (MAN 3) — Keberhasilan sebagai petugas upacara ditorehkan oleh Pasukan Palang Merah Remaja (PMR) MAN 3 Kediri yang tergabung dalam TIM AMRC (Association Mandiga Red Cross) saat bertugas dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81. Seluruh pendidik, tenaga kependidikan, murid kelas X, XI, XII, beserta mahasiswa PPL UIN Satu Tulungagung juga ikut serta dalam kegiatan ini. Kegiatan ini mengusung tema nasional yang selaras dengan arahan resmi pusat, yaitu “Bersatu Demi Kemanusiaan”.

Bertindak sebagai pembina upacara dalam HUT PMI kali ini adalah Eko Sri Astutik, yang memimpin jalannya upacara. Rangkaian upacara juga semakin istimewa karena melibatkan para petugas dari kalangan siswa berbakat, di antaranya Najwa Anggun Hardianti sebagai protokol, Aghisna Fitria Ramadhani pembaca UUD 1945, Kaylia Khoiru Nisa pembaca doa, serta Esitiasa Trizqia Hasri yang membacakan 7 Prinsip dan Tribakti PMR. Barisan petugas inti lainnya turut dikawal oleh Annisa Luthfia Zafarani M sebagai ajudan, Quyuta Al Rayyen selaku perwira, Muhammad Akbar sebagai pemimpin upacara, serta Alifa Nuris Syifa, Azzam Arif Ubaidillah, dan Tiara Hannania Firdaus M sebagai pemimpin pleton. Sementara itu, tugas pengibaran bendera sukses diemban dengan baik oleh Muhammad Rokhman Faridz, M. Nafi Zhacharei S, dan Aulia Nisa.

Puncak acara diisi dengan pembacaan amanat resmi dari Pengurus Pusat PMI oleh pembina upacara Eko Sri Astutik yang menyampaikan pesan dari Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla. Dalam sambutan tersebut, disampaikan pesan penting, “Kita ucapkan selamat Ulang Tahun ke-81 PMI semoga tetap istiqomah dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, para petugas diberikan kesehatan.” Melalui amanat itu pula, ditekankan bahwa PMI yang berdiri sejak 17 September 1945 satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan senantiasa konsisten membantu korban perang tanpa pamrih dan bersifat netral. Di era modern saat ini, pengabdian PMI berfokus pada penyediaan darah transfusi serta penanggulangan bencana alam yang kerap melanda Indonesia seperti erupsi gunung berapi, tsunami, hingga gempa bumi dengan menggerakkan korps sukarelawan.

Selain pembacaan amanat, apresiasi tinggi turut diberikan kepada seluruh pendukung acara yang telah menampilkan performa terbaiknya. Pujian dan rasa bangga disampaikan kepada para petugas upacara dari TIM AMRC, paduan suara Gita Suara Amanda, serta tim Marching Band Gita Nuansa Amanda yang sukses memeriahkan suasana. Kehadiran unit-unit PMR di lingkungan sekolah dinilai sebagai wujud dukungan luar biasa agar misi kemanusiaan PMI dapat terus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Menutup rangkaian kegiatan penuh makna ini, ucapan selamat dan doa dipanjatkan kepada keluarga besar PMI di hari ulang tahunnya yang ke-81. Seluruh peserta upacara berharap agar PMI senantiasa istiqomah dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan yang mulia serta para petugas yang melayani selalu diberikan kesehatan dan kekuatan. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu mencetak kader-kader sukarelawan muda yang tangguh, netral, dan memiliki panggilan jiwa untuk terus menolong sesama. (Humas)