info@man3kediri.sch.id

Perwakilan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan MAN 3 Kediri Hadiri Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal 1447 H

Perwakilan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan MAN 3 Kediri Hadiri Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal 1447 H

Kab.Kediri (MAN 3) – MAN 3 Kediri sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 H pada Kamis sore (19/3). Momentum penting ini terasa spesial dengan kehadiran para tokoh wanita dari Dharma Wanita Persatuan (DWP), di antaranya Ketua DWP Kemenag Kabupaten Kediri, Ny. Nur Yayuk Faridah Faiz, beserta Ny. Tantowi Jauhari, Ny. Ninir Khumidatin, serta Ketua DWP MAN 3 Kediri, Ny. Chisna Barorin. Kehadiran para ibu DWP ini memberikan dukungan moral sekaligus mempererat tali silaturahmi dalam agenda yang juga dihadiri oleh perwakilan ormas Islam seperti NU, LDII, dan Muhammadiyah. Agenda berlangsung khidmat diawali dengan istighosah, laporan hisab, hingga buka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Achmad Faiz, S.Ag., M.HI., memberikan apresiasi khusus atas peran serta semua pihak dalam menyukseskan acara ini. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. H. Jamiluddin selaku Kepala MAN 3 Kediri yang telah menyambut kegiatan ini dengan sangat baik, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada ibu-ibu DWP MAN 3 Kediri atas dedikasi dan dukungannya. Terkait adanya potensi perbedaan waktu Idul Fitri dengan saudara kita dari Muhammadiyah dan Pondok Ploso, kami berharap masyarakat di Kabupaten Kediri tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga ukhuwah,” tutur beliau dengan penuh kesejukan.

Kasi Bimas Islam, Agus Salim, turut memberikan penjelasan mengenai prosedur teknis yang dijalankan serentak di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pemantauan hilal di hari ke-29 Ramadhan ini dilakukan di 117 titik pantau nasional yang telah terdaftar secara resmi. “Di hari yang ke-29 ini, proses merukyah dimulai serentak. Kami senantiasa berharap adanya keputusan terbaik dari pemerintah. Apabila nanti ada perukyah yang melihat hilal dan telah disumpah secara resmi oleh Kementerian Agama, maka hal tersebut akan menjadi dasar kita dalam mengikuti hasil sidang isbat nasional,” ungkap Agus Salim di sela kegiatan.

Berdasarkan data teknis pengamatan di MAN 3 Kediri, tercatat tinggi hilal mar’i tercatat  dengan sudut elongasi 5° 37′ 53,89”. Namun, secara umum posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia dilaporkan belum memenuhi kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pihak Pengadilan Agama Kabupaten Kediri yang hadir sebagai pengawas pasif menyatakan bahwa hingga pukul 17.43 WIB, hilal belum berhasil terlihat dari titik pantau MAN 3 Kediri. Seluruh hasil pengamatan ini kemudian dihimpun dan dilaporkan ke pusat sebagai rujukan akhir dalam penetapan 1 Syawal 1447 H.(Humas)