
Kab.Kediri (MAN 3) – Memasuki hari ke-16 Ramadan, suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Hidayah MAN 3 Kediri saat seluruh siswa serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berkumpul untuk melaksanakan rangkaian ibadah rutin. Kegiatan diawali dengan shalat dhuha dan tahlil bersama, sebuah tradisi spiritual yang konsisten dijaga untuk mempererat kebersamaan warga madrasah. Puncak acara diisi dengan kultum pagi yang menghadirkan pesan-pesan mendalam tentang esensi pengendalian diri di tengah dinamika kehidupan madrasah.

Ustadz Aris Budianto, yang bertindak sebagai pemateri, menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan benteng pertahanan terhadap hawa nafsu. Beliau memberikan contoh konkret terkait program saat ini, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), agar tidak menjadi celah lunturnya nilai kesederhanaan. “Inti dari puasa adalah menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu, termasuk saat kalian dihadapkan pada godaan konsumsi seperti MBG, jangan sampai justru membuat kita lalai atau serakah,” tegas Ustadz Aris dalam ceramahnya.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan jamaah bahwa kualitas puasa harus selaras dengan ketekunan dalam menjalankan salat. Salat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas diyakini mampu menjadi perisai diri yang ampuh bagi setiap insan. Sebagai penutup, beliau menegaskan bahwa jika seseorang mampu menjaga shalatnya, maka secara otomatis ia akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar, sehingga karakter unggul siswa MAN 3 Kediri dapat terpancar baik di dalam maupun di luar lingkungan madrasah.(Humas)