info@man3kediri.sch.id

Peringatan Isra Miraj MAN 3 Kediri, Mbah Bolong : ASholatu Ro’sul Ibadah

Peringatan Isra Miraj MAN 3 Kediri, Mbah Bolong : ASholatu Ro’sul Ibadah

Kab. Kediri (MAN 3) – Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW MAN 3 Kediri, Kamis (23/1), K.H Nur Hadi (Mbah Bolong) di antra isi tausiyah-nya menyampaikan,  ASholatu Ro’sul Ibadah, Salat Itu Pokoknya Ibadah.

Mbah Bolong mengungkapkan bahwa salat merupakan pokok dari segala ibadah. Salat itu adalah rohnya ibadah, sebagaimana dalam bahasa Arab kata ‘ro’sun’ yang berarti kepala. Kepala adalah anggota tubuh yang paling penting, begitu pula salat.

“Salat adalah tiang agama, yang menjadi penopang utama kehidupan seorang Muslim,” ujarnya.

Salat akan dihisab pertama kali di akhirat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan lainnya, disebutkan bahwa pada hari kiamat, amal perbuatan setiap orang akan dihisab satu per satu. Namun, yang pertama kali akan dihisab adalah salat. Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, maka amal-amal lainnya akan baik. Namun jika salatnya rusak, maka amal-amalnya yang lain pun akan rusak.” (HR. at-Tirmidzi)

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya salat dalam kehidupan seorang Muslim. Salat yang diterima oleh Allah menjadi dasar keberhasilan seseorang di akhirat, sedangkan jika salatnya buruk atau ditinggalkan, maka amal ibadah lainnya juga akan terpengaruh. Oleh karena itu, umat Islam diajarkan untuk menjaga kualitas salat dengan penuh kekhusyukan, disiplin, dan kesungguhan.

Salat menjadi ukuran utama dalam hisab amal di akhirat, karena ia adalah ibadah yang langsung menghubungkan seorang hamba dengan Allah, dan menjadi tanda ketakwaan serta kesungguhan dalam beribadah.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan Isra Mi’raj seharusnya menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman tentang ibadah, khususnya Salat, yang merupakan inti dari peristiwa tersebut.

“Isra Miraj adalah peristiwa besar yang tidak hanya sekadar perayaan, tetapi lebih kepada bagaimana kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW,” ujar Jamiluddin saat memberikan sambutan sebelum Mbah Bolong di hadapan seluruh siswa-siswi serta guru dan tenaga kependidikan di acara yang digelar di Aula Serbaguna MAN 3 Kediri.

Kepala MAN 3 Kediri juga menekankan pentingnya Salat sebagai ibadah utama yang ditingkatkan kualitasnya setelah peristiwa Isra Miraj.

“Pada malam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menerima kewajiban Salat langsung dari Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya salat dalam kehidupan seorang Muslim. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika MAN 3 Kediri untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas salat kita,” tambahnya.

Menurutnya, peringatan Isra Miraj ini juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah yang lebih konsisten dan ikhlas.

“Jangan jadikan Isra Mi’raj hanya sebagai acara seremonial semata. Mari kita maknai dengan mendalam, agar setiap langkah kita dapat lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkas Jamiluddin. (EW)