
Kab. Kediri (MAN 3) – MAN 3 Kediri sukses menjadi tuan rumah Latihan Gabungan (Latgab) bertajuk EKASENA (Empat Karsa Satu Asa Satu Kekuatan) yang digelar pada Sabtu (25/4). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan anggota pramuka dari lima pangkalan, yakni MAN 3 Kediri, MAN 2 Kediri, SMK Canda Bhirawa, SMKS Pembangunan, dan SMAN 1 Kandangan. Dimulai sejak pukul 07.00 WIB, latihan ini dirancang sebagai sarana strategis untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus mempererat tali persaudaraan antar pangkalan melalui interaksi yang intensif.

Acara dibuka secara resmi melalui apel pembukaan oleh Pembina Pramuka MAN 3 Kediri, Hudi Santosa. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya momentum ini untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. “MAN 3 Kediri sebagai tuan rumah menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu dan memperluas relasi antar pangkalan,” ujar Hudi Santosa saat membuka acara di lapangan utama.

Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis dengan berbagai agenda seperti dinamika kelompok, outbound yang menguji kerja sama tim, hingga penyampaian materi kepramukaan yang berpedoman pada Juklak dan Juknis. Puncak keseruan terjadi pada sesi “Ekasena Show” sebagai ajang kreativitas. Pramandiga dari MAN 3 Kediri tampil memukau dengan sandi semapur, step dance, serta dua tarian yakni “Sorote Lintang” dan “Tri Sekar Pasuruan”. Tak kalah menarik, delegasi Amsura dari MAN 2 Kediri menyuguhkan step dance yang energik, sementara SAKA dari SMAN 1 Kandangan menampilkan atraksi seni bela diri karate yang memukau penonton.

Kegiatan yang ditutup dengan tradisi tukar kado ini berakhir secara formal pada pukul 17.00 WIB oleh Moh. Ichwan Khasan. Beliau memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta yang tetap semangat hingga akhir acara. “Melalui EKASENA ini, kita telah membuktikan bahwa perbedaan pangkalan bukanlah penghalang untuk bersatu. Jadikan pengalaman hari ini sebagai modal untuk menjadi pribadi yang lebih kompak dan komunikatif di masa depan,” pesan Moh. Ichwan Khasan dalam prosesi penutupan.

Meski jadwal utama berakhir sore hari, semangat kolaborasi terus berlanjut hingga pukul 19.00 WIB. Panitia gabungan dari kelima sekolah tetap bertahan di lokasi untuk melakukan evaluasi bersama dan melaksanakan aksi bersih lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tempat kegiatan. Sinergi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pramuka tidak hanya berhenti pada materi lapangan, tetapi diimplementasikan secara nyata dalam kerja sama tim dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan madrsah.(Humas)