
Kab. Kediri (MAN 3) – Ngaji Bidayatul Hidayah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri bareng Gus Imam panggilan akrab K.H. Imam Baihaqi, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Kebondalem Kandangan Kabupaten Kediri, Jumat (14/2) tentang Amalan Saat Berada di Masjid dan Salat Khusus di Malam Jumat dan Wajib mendengarkan Khutbah.

Kemudian, apabila engkau berada di masjid, usahakan untuk berada di shaf yang pertama. Jika manusia sudah banyak berkerumun, jangan melewati pundak mereka dan jangan pula lewat di hadapan mereka yang sedang salat. Duduklah dekat tembok agar mereka tidak lewat di depanmu. Sebelum itu lakukanlah salat tahiyyatul masjid. Lebih baik lagi, kalau engkau salat sebanyak empat rakaat.

Dalam setiap rakaat, setelah membaca surat Al-Fatihah, engkau membaca surat Al-Ikhlas sebanyak lima puluh kali. Disebutkan dalam satu riwayat bahwa siapa yang melakukan amalan tersebut, ia tidak akan meninggal dunia sampai melihat tempat duduknya di surga atau hal itu diperlihatkan padanya. Jangan sampai engkau meninggalkan salat tahiyyatul masjid walaupun imam sedang berkhotbah.

Disunnahkan di hari Jumat ini atau malamnya salat empat rakaat dengan membaca empat surat, yaitu surat Al-An’am, surat Al-Kahfi, surat Thaha, dan surat Yasin. Jika tidak mampu, engkau bisa membaca surat Yasin, surat Ad-Dukhan, surat Alif Lam Mim, As-Sajdah, dan surat Al-Mulk.

Sebaiknya engkau membaca surat tersebut pada malam Jumat karena di dalamnya banyak sekali keutamaan. Siapa yg tak bisa, perbanyaklah membaca surat Al-Ikhlas. Perbanyaklah membaca salawat atas Rasulullah SAW khususnya pada hari tersebut.

Manakala imam atau khatib sudah naik mimbar, berhentilah dari membaca salawat dan berbicara. Sibukkan dirimu dengan menjawab panggilan adzan serta dengan mendengarkan khutbah dan ceramah. Sama sekali tak boleh berbicara ketika khatib sedang berkhutbah. Dalam riwayat disebutkan, “Siapa yang berkata kepada temannya, ‘Diamlah’ saat imam berkhutbah maka ia telah berbuat sia-sia. Dan siapa yg berbuat sia-sia, maka ia tak mendapat keutamaan Jumat.”

“Itu karena perintah diam itu sendiri berbentuk ucapan. Sebaiknya larangan diberikan dalam bentuk isyarat, bukan dengan kata-kata,” pungkas Gus Imam. (EW)