
Kab.Kediri (MAN 3) – Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri hari ini, Jumat (22/8/2025), berkumpul di aula atas untuk mengikuti kegiatan rutin ngaji bareng. Kali ini, mereka menyimak tausiah dari Gus Imam, Pengasuh Pondok Ma’hadut Tholabah Kebondalem, Kandangan, yang mengupas tuntas Kitab Bidayatul Hidayah.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Imam secara spesifik membahas perkara ke-empat yang harus dijaga oleh lisan. Salah satu poin utama yang disoroti adalah larangan terlibat dalam pertengkaran mulut atau ‘padu’. Gus Imam menjelaskan, pertengkaran mulut atau cekcok tidak boleh dilakukan karena dapat melukai perasaan orang lain, serta menimbulkan kebencian dan dendam yang berkepanjangan.

Gus Imam menekankan bahwa Allah SWT menjanjikan balasan yang luar biasa bagi mereka yang mampu menahan diri dari pertengkaran mulut. “Allah akan memberi balasan rumah di sekitar surga pada orang yang menahan untuk tidak padu,” tegasnya. Menurutnya, pertengkaran mulut adalah cara setan untuk menyeret manusia ke dalam keburukan, yang kadang disamarkan seolah-olah hal itu adalah kebaikan.

Sebagai contoh, Gus Imam memberikan ilustrasi tentang nasihat yang disampaikan di depan umum. Meskipun niatnya baik, menasihati seseorang di depan banyak orang justru dapat memicu pertengkaran. Hal ini terjadi karena orang yang dinasihati akan merasa malu dan terhina, sehingga cenderung membalas dengan perkataan yang tidak seharusnya, yang pada akhirnya memicu cekcok.

Menasihati adalah perbuatan mulia, namun harus dilakukan dengan cara yang tepat. Gus Imam menyarankan agar nasihat disampaikan secara personal, di tempat yang sepi, dan saat orang yang dinasihati dalam kondisi yang santai. Tujuannya adalah untuk menjaga martabat orang tersebut dan menghindari kemungkinan pertengkaran yang tidak perlu.

Lebih lanjut, Gus Imam mengingatkan bahwa setan akan tertawa bahagia ketika manusia terlibat dalam pertengkaran. Oleh karena itu, menjaga lisan dari perkataan yang menyombongkan diri, menghina orang lain, dan memicu perselisihan adalah bentuk jihad melawan hawa nafsu. Tausiah ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi seluruh GTK MAN 3 Kediri untuk mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.(EFNS)