info@man3kediri.sch.id

Ngaji Bareng Gus Imam: Bahaya Gibah dan Cara Bertaubat

Ngaji Bareng Gus Imam: Bahaya Gibah dan Cara Bertaubat

Kab.Kediri (MAN 3) – Hari ini, Jum’at (8/8), seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri mengikuti ngaji rutin bareng Gus Imam, pengasuh pondok pesantren Ma’hadut Tholabah. Kegiatan ini dilaksanakan di aula atas MAN 3 Kediri dan dihadiri oleh seluruh GTK dengan penuh antusias.

Dalam tausiahnya, Gus Imam mengulas tentang 8 perkara yang harus dijaga oleh lisan, salah satunya adalah Gibah atau menggunjing. Gus Imam menjelaskan bahwa Gibah lebih berat daripada dosa 30 zina dalam Islam. “Padahal zina yang dosa dan siksaannya berat, masih lebih berat lagi Gibah,” ujarnya. Ini berarti bahwa kita harus benar-benar menjaga lisan kita dari Gibah.

Gus Imam juga menjelaskan bahwa ada 3 jenis Gibah yang perlu dihindari, gibah secara langsung, gibah dengan isyarat dan gibah dengan kode ( kata – kata yang dapat dipahami ).  “Gibah bagaikan makan daging saudara yang meninggal,” dawuh Gus Imam. “Dan jelas hukumnya haram.” Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga lisan kita dan tidak melakukan Gibah kepada orang lain.

Menurut Gus Imam, ada 3 cara taubat untuk orang yang telah melakukan Gibah, seperti yang dijelaskan dalam Kitab Tafsir Sawi yaitu minta maaf kepada Alloh SWT, minta maaf kepada yg orang yang telah digunjing dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut (menggunjing) . “Kita harus bertaubat dan meninggalkan Gibah,” tutur Gus Imam. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari dosa Gibah dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Dengan adanya ngaji bareng ini, diharapkan seluruh GTK MAN 3 Kediri dapat lebih memahami bahaya Gibah dan cara menghindarinya. Semoga kita semua dapat menjadi lebih baik dan menjaga lisan kita dari Gibah.(ESA/AF)