info@man3kediri.sch.id

Murid MAN 3 Kediri Ikuti Edukasi Bantuan Hidup Dasar dari Dinas Kesehatan

Murid MAN 3 Kediri Ikuti Edukasi Bantuan Hidup Dasar dari Dinas Kesehatan

Kab. Kediri (MAN 3) – Perwakilan murid MAN 3 Kediri mengikuti kegiatan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Rabu (22/7) di Aula Al Ikhlas. Kegiatan ini didampingi oleh Kepala Tata Usaha (KTU), Hudi Santosa, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Zainul Mustofa, beserta perwakilan GTK. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan medis praktis dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar. Melalui program ini, para siswa diharapkan mampu menjadi lini pertama dalam memberikan pertolongan sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi kejadian.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menegaskan bahwa keterampilan penyelamatan darurat ini merupakan bagian dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang wajib diketahui masyarakat luas. “Layanan Public Safety Center (PSC) merupakan salah satu dari empat bidang kesehatan yang berfokus pada bidang penyelamatan. BHD ini tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga medis saja, tetapi juga anak-anak sekolah, ibu-ibu PKK, hingga driver ambulans,” ujar Novianti Indah Fatmawati, perwakilan dari tim PSC Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Ia menambahkan bahwa edukasi ini sangat krusial, misalnya untuk mengantisipasi kejadian murid yang tiba-tiba jatuh atau terpeleset saat upacara sekolah.

Untuk mendukung sistem penyelamatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah mengintegrasikan layanan PSC dengan fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan. Saat ini, terdapat 37 puskesmas siaga di seluruh wilayah Kabupaten Kediri yang siap bergerak cepat demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Seluruh jaringan ini dipastikan beroperasi penuh guna menjamin keselamatan warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat secara instan.

Sistem pelayanan kedaruratan ini dirancang untuk beroperasi tanpa henti guna mengantisipasi kejadian tak terduga di lapangan. “Kami ready 24 jam dalam satu minggu, yang dibagi menjadi dua shift yaitu dari jam 7 pagi sampai 7 malam, dan demikian sebaliknya. Jika ada aduan yang masuk melalui pusat center kami di nomor 085212117119, maka akan langsung kami teruskan ke puskesmas terdekat supaya segera ada penanganan,” jelas Novianti secara rinci mengenai alur penanggulangan darurat tersebut.

Pada sesi akhir, dua personel Tim PSC Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri langsung memperagakan aksi nyata penanganan visual di hadapan para murid. Mereka memberikan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas, salah satunya tata cara yang aman dan tepat dalam melepas helm korban di jalan raya guna menghindari cedera fatal pada leher. Selain itu, tim medis juga mempraktikkan teknik penanganan pertama pada fraktur (patah tulang), penanganan pendarahan luar, hingga metode yang benar dalam mengangkat tandu darurat. Seluruh perwakilan murid MAN 3 Kediri tampak antusias mengikuti praktik penanganan tersebut hingga acara usai. (Humas)