
Kab. Kediri (MAN 3) – Kepala, Guru, Tenaga Pendidik bersama dengan santri Ma’had Putra dan Ma’had Putri Ridwan MAN 3 Kediri, berkumpul di masjid lantai tiga madrasah pada hari Kamis (16/7/2026). Mereka bersiap untuk berpartisipasi dalam gerakan pengukuran arah kiblat serentak berskala nasional atau Rashdul Kiblat. Sementara itu, bagi murid kelas reguler lainnya, pelaksanaan Rashdul Kiblat dilakukan secara mandiri dari rumah masing-masing. Sejak sore hari, seluruh peserta yang telah mendaftar tampak antusias bersiap melakukan pengukuran.

Gerakan massal nasional ini diadakan tidak hanya sebagai aksi religius untuk menyempurnakan arah kiblat, tetapi juga bertujuan untuk memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Pelaksanaan inti dari pengukuran fenomena astronomis ini dilakukan secara serentak tepat pada pukul 16.27 WIB. Kepala MAN 3 Kediri, Drs. Jamiluddin, M.Pd.I., memimpin langsung jalannya kegiatan pada menit presisi tersebut dengan didampingi pendidik ma’had , serta para murid yang hadir. Momentum ini dinilai sangat krusial karena tepat pada pukul 16.27 WIB, posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan dari benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah langsung ke kiblat.

Metode pengujian yang diterapkan pada menit krusial tersebut tergolong sangat sederhana namun sangat efektif, yaitu memanfaatkan bayangan tongkat. Para peserta menancapkan tongkat pada media sederhana seperti botol air mineral di bawah terik matahari. Bayangan yang dihasilkan dari sisa tegak lurus tongkat pada pukul 16.27 WIB tersebut kemudian ditarik garis lurus sebagai penanda arah kiblat yang akurat.

Kendati demikian, pelaksanaan mandiri dari rumah tidak sepenuhnya berjalan mulus akibat faktor alam. Guru Fisika MAN 3 Kediri, Ibu Khoirotunnisa, menyampaikan bahwa banyak murid di rumah yang antusias mengirimkan foto dokumentasi pelaksanaan Rashdul Kiblat. Namun, ia mengungkapkan bahwa bayangan tongkat pada foto-foto tersebut sebagian tidak kelihatan. Hal ini dikarenakan cuaca di beberapa wilayah tempat tinggal mereka sedang tertutup mendung saat waktu pengukuran tiba.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Kediri, Bapak Jamiluddin, menegaskan bahwa partisipasi aktif dari seluruh elemen madrasah ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemecahan rekor. Beliau berharap pengukuran ini dapat menyempurnakan fasilitas ibadah di madrasah serta menjadi sarana edukasi praktis bagi warga madrasah.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk menyukseskan rekor MURI, tetapi juga agar kita dalam beribadah tidak ragu-ragu lagi mengenai ketepatan arah kiblat,” pungkasnya.(Humas)