
Kab. Kediri (MAN 3) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema yang unik dan relevan, Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri. Acara yang berlangsung pada Kamis (4/9) di aula bawah MAN 3 Kediri ini dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa.

Acara diawali dengan lantunan dzikir dan sholawat nabi yang dipimpin oleh Ustadz Saiful Anam, diikuti dengan penampilan sholawat dari masing-masing kelas didampingi wali kelasnya. Semangat peringatan semakin terasa ketika Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, memberikan sambutannya. Beliau menekankan pentingnya meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW dalam setiap niat dan tindakan. “Jika niat kita baik, maka hasilnya juga akan baik. Peringatan ini harus menjadi momentum untuk mencontoh akhlak Nabi,” ujarnya.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh KH. Abdur Rosyad, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan makna Maulid dan menyoroti adab Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara makan. “Ketika makan, bacalah basmallah. Saat makanan masuk ke mulut, bertasbihlah dan beristigfar. Dan ketika melewati tenggorokan, bacalah hamdalah,” jelasnya, sembari menambahkan bahwa adab ini dapat mempermudah penyerapan ilmu yang disampaikan oleh guru.

KH. Abdur Rosyad juga mengingatkan siswa tentang keutamaan membaca Al-Qur’an. Ia menyebutkan bahwa membaca surat Al-Mulk atau surat Tabarok dapat menjadi syafaat di hari kiamat dan menjauhkan pembacanya dari api neraka.

Lebih lanjut, ia memberikan contoh kisah Abu Lahab yang mendapatkan keringanan siksa karena kegembiraannya menyambut kelahiran Nabi. Kisah ini menunjukkan bahwa cinta dan penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang mendalam, bahkan bagi orang non-Muslim.

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi ajang bagi keluarga besar MAN 3 Kediri untuk merenungi kembali ajaran Nabi Muhammad SAW. Tema ekoteologi yang diusung juga memberikan pesan penting bahwa meneladani Rasulullah tidak hanya sebatas ibadah ritual, namun juga mencakup tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan keberlanjutan bumi.(EFNS)