Kab.Kediri (MAN 3) -MAN 3 Kediri hari ini menggelar Workshop Deep Learning dan Desain Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta yang diikuti oleh 83 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Termasuk 8 orang perwakilan KKM MAN 3 Kediri beserta Pengawas Madrasah. Workshop ini juga dihadiri oleh Kasi Penma Kemenag Kabupaten Kediri,Abdullah Rosyad. Kehadiran Widayanto Widyasiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya, sebagai narasumber menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta workshop.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Kediri,Jamiluddin berharap agar seluruh GTK dapat mengikuti acara ini dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Beliau juga menyampaikan rasa syukur memiliki pengawas yang terbuka dan mau berbagi ilmu secara cuma-cuma.

Kasi Pendma kemudian memberikan pembinaan sekaligus membuka workshop. Dalam pembinaan yang disampaikan “Guru harus menjadi contoh disiplin dan profesionalisme bagi siswa-siswinya, karena disiplin dan profesionalisme adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas mulia ini,” tegas Kasi Penma Kemenag Kab. Kediri,Abdullah Rosyad, Kamis(31/7). Beliau juga membahas tentang Deep Learning dan mengharapkan setiap guru dapat memahami dan menerapkannya dalam pembelajaran. Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga lingkungan kerja yang nyaman dan bekerja sesuai regulasi.

Dalam materinya, Widayanto membahas tentang perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (PM). Beliau menjelaskan bahwa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka diganti dengan Pembelajaran Kokurikuler. Selain itu, beliau juga membahas tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang bersifat insersi, yaitu dimasukkan dalam Pembelajaran Mendalam namun tidak terlalu mendalam.

Beliau juga menyampaikan implementasi kurikulum berbasis cinta di MAN 3 Kediri dan praktik pembuatan perangkat pembelajaran menggunakan AI. Dengan mempersiapkan naskah akademik Deep Learning, Panduan KBC, dan LK Model Pembelajaran Deep Learning (DL), peserta workshop dapat menggunakan AI (ChatGPT) untuk merancang skenario pembelajaran yang diperlukan guru dengan mudah. Selain itu, peserta workshop juga diberikan kuis mengenai Deep Learning menggunakan Kahoot untuk meningkatkan pemahaman mereka, serta diberikan apresiasi kepada tiga peserta terbaik.

Dengan workshop ini, MAN 3 Kediri berharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan madrasah yang lebih positif dan penuh cinta.(ESA/AF)