
Kab. Kediri (MAN 3) – Sebanyak 12 dosen dan 3 mahasiswa Jepang Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) goes to MAN 3 Kediri untuk melatih, mengenalkan Bahasa dan Budaya Jepang, Selasa (25/2). Kegiatan tersebut merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diikuti sebanyak 105 siswa-siswi X PK, XI G, H, I, J dan K.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Jepang, seperti halnya negara-negara lain di dunia, adalah bagian dari bumi Allah yang harus kita hormati dan pelajari.

Ia menekankan pentingnya memahami bahasa dan budaya Jepang sebagai bentuk penghargaan terhadap perbedaan yang ada, serta untuk memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan tentang negara yang memiliki sejarah dan perkembangan yang sangat unik.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan mempelajari bahasa Jepang, siswa-siswi dapat membuka lebih banyak peluang dalam berinteraksi dengan masyarakat Jepang, memperluas jaringan, dan meningkatkan kualitas diri.

“Selain itu, mengenal budaya Jepang juga dapat memperkaya pengalaman hidup, memperluas perspektif global, dan meningkatkan rasa toleransi serta saling menghargai antarbangsa,” ujarnya.

Wakil Dekan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FPBS Unesa, Didik Nurhadi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dan kerja sama yang diberikan oleh MAN 3 Kediri dalam penyelenggaraan Pelatihan Bahasa dan Pengenalan Budaya Jepang.

Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan sebuah kehormatan bagi pihaknya untuk dapat berkolaborasi dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya sebagai sarana untuk mengajarkan bahasa Jepang, tetapi juga sebagai bentuk upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya Jepang yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Didik menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membuka pintu bagi siswa-siswa MAN 3 Kediri untuk lebih mengenal dunia internasional, serta memotivasi mereka untuk mengejar berbagai kesempatan yang ada, baik dalam bidang akademik maupun profesional.

Selain itu, ia berharap bahwa hubungan baik antara FPBS Unesa dan MAN 3 Kediri dapat terus terjalin dengan baik, sehingga lebih banyak kolaborasi dan kesempatan positif bagi perkembangan pendidikan bahasa Jepang di Indonesia.

Didik juga menyampaikan pesan yang sangat penting kepada siswa-siswi MAN 3 Kediri sebagai generasi penerus bangsa. Ia mengingatkan bahwa mereka memiliki peran yang besar dalam meneruskan pembangunan bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju dan berkembang.

Salah satu cara untuk mewujudkannya, menurutnya, adalah dengan mempelajari bahasa dan mengenal budaya negara lain, termasuk Jepang.

Bahasa Jepang, yang semakin relevan dalam era globalisasi ini, membuka peluang besar bagi siswa-siswi untuk berkomunikasi, bekerja, dan berkolaborasi dengan masyarakat Jepang dalam berbagai bidang, baik itu di dunia pendidikan, teknologi, ekonomi, maupun budaya.

Selain itu, memahami budaya Jepang akan memperkaya perspektif dan pemahaman mereka tentang keberagaman, yang sangat penting untuk membangun toleransi, kedamaian, dan hubungan internasional yang harmonis.

“Mari, adik-adik MAN 3 Kediri, kita lihat peluang-peluang yang ada dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk menjadi individu yang tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di kancah global,” tandasnya. (EW)