
Kab. Kediri (MAN 3) – Hari ini, Jumat (15/8/2025), suasana di MAN 3 Kediri terasa berbeda. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berkumpul di ruang guru untuk mengikuti kajian rutin Kitab Bidayatul Hidayah yang dipimpin oleh Gus Imam dan didampingi oleh Ustadz Saiful. Fokus pembahasan kali ini masih pada salah satu penyakit hati yang sering tanpa disadari dilakukan, yaitu ghibah atau menggunjing.

Gus Imam menjelaskan bahwa menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah, ghibah merupakan perilaku yang sangat merusak dan bisa menurunkan harga diri seseorang. Ia mendefinisikan ghibah sebagai tindakan membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain di belakang tanpa sepengetahuan atau izin dari orang yang bersangkutan.

Lebih lanjut, Gus Imam menguraikan dampak negatif dari ghibah. Ada tiga poin utama yang dibahas. Pertama, ghibah dapat merusak harga diri orang yang digunjing, membuatnya merasa tidak dihargai atau dihormati. Kedua, tindakan ini bisa membangkitkan kemarahan dan kebencian, baik pada orang yang menjadi objek ghibah maupun orang yang melakukannya. Terakhir, ghibah memiliki potensi besar untuk merusak hubungan antarindividu dan menciptakan konflik yang tidak perlu.

“Untuk terhindar dari ghibah, Imam Al-Ghazali mengajarkan tiga cara utama,” jelas Gus Imam. “Pertama, kita harus mengontrol lidah dan menahan diri agar tidak membicarakan kekurangan orang lain. Kedua, biasakan untuk berpikir dulu sebelum berbicara, agar kita bisa mempertimbangkan dampak dari perkataan kita. Dan yang paling penting, bangunlah hubungan yang baik dengan semua orang.”

Dengan memahami secara mendalam dampak buruk ghibah dan cara-cara menghindarinya, diharapkan seluruh peserta dapat menjaga lisan dan hati. Pembahasan ini bukan hanya sekadar teori, tetapi juga ajakan untuk refleksi diri. Tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang lebih harmonis di lingkungan kerja serta meningkatkan kualitas diri.

“Saya berharap, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan dapat tetap istiqomah dalam mengikuti kajian rutin dari Gus Imam ini,” tutur Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin. “Semoga ilmu yang kita dapatkan bisa menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri dan membawa berkah bagi madrasah kita.” Kehadiran para GTK yang antusias menyimak setiap penjelasan dari Gus Imam menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu terus mengalir di MAN 3 Kediri, bahkan di kalangan para pendidiknya.(EFN)