
Kab.Kediri (MAN 3) — Perwakilan guru keterampilan MAN 3 Kediri, Mia Mufidah, mengikuti dua agenda utama berupa Focus Group Discussion (FGD) dan workshop guru Madrasah Aliyah (MA) Keterampilan dalam ajang Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) 2026. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi dan waktu yang berbeda pada Jumat (11/9), yakni FGD pada pukul 14.00–16.00 WIB bertempat di Ruang Pertemuan Gajah Mada Lantai 7 Pemkab Lamongan, lalu dilanjutkan dengan workshop pada pukul 19.30–22.00 WIB di Aula MAN 1 Lamongan. Keikutsertaan pendidik tata boga ini merupakan komitmen nyata MAN 3 Kediri dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik guna memperkuat pembelajaran vokasional berkarakter islami.

Keterlibatan aktif Mia Mufidah diawali dari sesi Focus Group Discussion (FGD) siang hari yang mengusung tema “Dari Madrasah untuk Dunia”. Forum diskusi ini menjadi wadah strategis bagi para pendidik vokasi madrasah se-Indonesia untuk merumuskan arah pengembangan keterampilan siswa agar Mampu bersaing di tingkat global. Melalui pertukaran gagasan ini, para peserta dibekali pemahaman holistik mengenai penguatan kurikulum vokasi yang adaptif terhadap tuntutan zaman.
Menyelaraskan pembahasan FGD tersebut, narasumber utama Dr. H. Anis Masykhur, M.A. menekankan pentingnya integrasi nilai keagamaan dalam setiap inovasi keterampilan siswa. Beliau menyampaikan secara langsung, “Perlu dipahami pada saat melakukan keterampilan perlu dipahami keterkaitan atau integrasi dengan ilmu agama dan ilmu umum yang lain, contohnya membuat robot yang tidak hanya sekadar FOMO, tetapi robot yang bisa mendeteksi najis.” Pesan ini menggarisbawahi bahwa produk keterampilan madrasah harus berlandaskan asas kemanfaatan dan keilmuan islami.
Memasuki sesi malam hari di Aula MAN 1 Lamongan, kegiatan workshop memperdalam strategi kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi). Pemateri dari KADIN Jawa Timur, Dr. Nurul Indah Susanti, M.Si., Psikolog, memaparkan tiga langkah kunci kolaborasi, yaitu perumusan strategi kerja sama, pembentukan pola kolaborasi konkrit, dan penyusunan kesepahaman bersama (MoU). Dalam hal ini, madrasah diarahkan membangun kemitraan langsung dengan KADIN Kabupaten atas rekomendasi KADIN Jatim guna mendukung penempatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) peserta didik.
Sebagai penutup workshop, Anis Masykhur, kembali menegaskan langkah konkrit penguatan kecakapan hidup (life skill) siswa melalui kewajiban pelaksanaan PKL dan standarisasi kompetensi. Beliau mengarahkan agar madrasah mengupayakan uji kompetensi bersama BNSP, LSP, atau BLK sehingga para lulusan memiliki sertifikasi resmi yang diakui dunia kerja. Berbekal seluruh materi dari dua rangkaian kegiatan ini, Mia Mufidah siap mengimbaskan ilmu yang diperoleh demi memperkokoh posisi MAN 3 Kediri dalam mencetak generasi yang terampil, mandiri, dan berdaya saing tinggi.(Humas)