
Kab. Kediri(MAN 3) – Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri kembali melaksanakan agenda rutin keagamaan, yaitu kegiatan Ngaji Bareng. Kegiatan yang diselenggarakan secara istiqomah di Aula atas MAN 3 Kediri pada hari ini, Jumat (7/11), menghadirkan Gus Imam Baihaqi, pengurus Pondok Pesantren Mahadud Tholabah Kebondalem. Fokus utama pembahasan kali ini adalah penyakit hati yang dapat merusak diri, merujuk pada Kitab, Ihya’ Ulumudin.

Dalam tausiahnya, Gus Imam Baihaqi menjelaskan bahwa sifat tercela di dalam hati manusia di bahas dalam kitab Ihya’ Ulumudin. Dalam kitab tersebut dibagi menjadi dua keterangan. Kategori pertama adalah ilmu yang bersifat Dhohir, yang mengatur urusan-urusan lahiriah seperti bab sholat dan adab. Sementara itu, kategori kedua adalah ilmu yang sebangsa batin atau qolbu, yang selanjutnya dibagi lagi menjadi ilmu yang merusak dan ilmu yang menyelamatkan hati manusia. Pengetahuan tentang ilmu batin ini ditekankan pentingnya untuk menjaga kebersihan spiritual.

Di penghujung ceramahnya, Gus Imam menegaskan dengan keras berdasarkan sabda Kanjeng Nabi Muhammad SAW bahwa ada tiga perusak hati yang harus kita jauhi: pertama, sifat bakhil (medit/pelit) yang selalu dituruti, khususnya dalam urusan zakat dan sedekah, yang kemudian berlanjut pada syahih (pelit yang di atasnya bakhil) lalu muncullah sifat dengki (hasad); kedua, hawa nafsu yang selalu diikuti; dan ketiga, rasa bangga terhadap diri sendiri (ujub/gawok/pamer). Maka, beliau berpesan, “Jauhilah ketiganya, karena ketiganya adalah racun mematikan bagi hati kita!'”

Gus Imam Baihaqi kemudian mengutip peringatan keras dari Imam Al-Ghazali, “Ada tiga perkara yang disebut ‘menjijikkan‘ dan kerap menjangkiti mayoritas manusia di zaman ini, yang harus dijauhi agar hati tetap bersih dan lurus, baik dalam beribadah maupun bermasyarakat.’ Beliau lantas merinci, ‘Ketiga perusak itu adalah Al-hasad (dengki), Riya (pamer amal ibadah), dan Ujub/Gawok (bangga diri yang berlebihan). Niat baik seluruh GTK MAN 3 Kediri untuk terus belajar dan mengkaji ilmu agama ini adalah langkah awal yang sangat positif dan menjadi benteng pertahanan utama kita dari sifat-sifat buruk ini!”
Kesimpulan dari Ngaji Bareng kali ini adalah penguatan spiritual bagi para pendidik di MAN 3 Kediri. Melalui istiqomah belajar, diharapkan seluruh GTK dapat menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela, khususnya sifat dengki yang muncul ketika melihat nikmat yang diberikan kepada makhluk lain, demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga sehat secara batiniah.(Humas)