info@man3kediri.sch.id

DWP MAN 3 Kediri Ikuti Ngaji Bareng Perkuat Adab dan Sinergi Pendidik

DWP MAN 3 Kediri Ikuti Ngaji Bareng Perkuat Adab dan Sinergi Pendidik

Kab. Kediri (MAN 3) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri bersama seluruh pendidik dan tenaga kependidikan menggelar kegiatan pengajian bersama yang menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Mahatut Tholabah Kebondalem Kandangan, Gus Imam Baihaqi. Acara penuh khidmat ini dibuka secara resmi oleh Ustadz Saiful Anam yang didampingi oleh Kepala Tata Usaha MAN 3 Kediri, Hudi Santosa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, meningkatkan kualitas ibadah, serta menanamkan adab luhur bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak pimpinan madrasah, kemudian dilanjutkan dengan sesi inti berupa tausiyah dan pengajian kitab kuning yang dipimpin langsung oleh Gus Imam Baihaqi. Para pendidik dan tenaga kependidikan tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan terkait pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, terutama adab seorang murid kepada pendidik serta anak kepada orang tua. Suasana majelis ilmu ini berlangsung hangat dan interaktif dari awal hingga akhir acara.

Dalam tausiyahnya, Gus Imam Baihaqi berpesan agar seorang murid senantiasa menjaga husnuzan atau tidak berprasangka buruk (su’uzdon) kepada pendidiknya, seraya mencontohkan kisah teladan dari Syekh Ibn ‘Arabi. “Seorang murid tidak boleh su’uzdon dengan pendidiknya; seperti kisah Syekh Ibn ‘Arabi yang pernah salat bersama murid-muridnya, ketika menjadi imam kakinya bergerak-gerak yang menurut fikih dapat membatalkan salat, lalu ketika muridnya bertanya mengapa kakinya bergerak, beliau menjawab karena di waktu salat melihat Syekh Fakhrurrazi sedang sakaratul maut dan dikelilingi setan yang ingin mencederai imam, maka kaki tersebut digunakan untuk menolak setan-setan tersebut, yang menunjukkan bahwa murid beradab baik karena sang pendidik juga memiliki adab yang luhur,” pesan Gus Imam Baihaqi dalam ceramahnya.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, menyampaikan pesan penuh makna dalam kegiatan ini agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan senantiasa meneladani adab mulia yang diajarkan dalam majelis ilmu serta menerapkannya dalam mendidik peserta didik di madrasah. Di samping itu, Gus Imam Baihaqi juga menguraikan pedoman penting mengenai adab seorang anak kepada kedua orang tua, yang sejalan dengan prinsip-prinsip adab mulia yang tercantum dalam literatur Islam. Berdasarkan rujukan adab terhadap orang tua, beberapa poin penting yang harus dijaga meliputi hendaknya seorang anak mendengar dan mengikuti segala perkataan orang tua, berdiri ketika orang tua berdiri karena menghormatinya, menjunjung segala perintah kedua-duanya, tidak berjalan di hadapan orang tua, serta tidak mengangkat suara lebih tinggi daripada suara mereka. Selain itu, anak juga dianjurkan untuk mengindahkan panggilan orang tua, senantiasa menuntut kerendahan mereka, bersikap tawaduk, tidak menyebut-nyebut jasa yang telah diberikan kepada orang tua, tidak melihat kepada mereka dengan pandangan penghinaan, serta tidak memasamkan muka di hadapan wajah kedua orang tua.

Kesimpulan dari kegiatan ngaji bareng ini adalah suksesnya DWP MAN 3 Kediri dalam menghadirkan pembinaan mental spiritual yang mempererat kebersamaan sekaligus membekali para pendidik dengan pemahaman mendalam tentang adab kepada pendidik, orang tua, dan sesama. Melalui tausiyah inspiratif dari Gus Imam Baihaqi serta arahan pimpinan madrasah, seluruh warga madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya lingkungan pendidikan yang berkah dan berkarakter mulia. (Humas)