info@man3kediri.sch.id

Dua Wakil MAN 3 Kediri Hadiri MoU: Magang Tarbiyah dan Resiliensi Kunci Prestasi Guru-Siswa

Dua Wakil MAN 3 Kediri Hadiri MoU: Magang Tarbiyah dan Resiliensi Kunci Prestasi Guru-Siswa

Kediri (MAN 3 Kediri) — Dua perwakilan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri, Wakil Kepala Bidang Humas Eko Sri Astutik, S.Pd., dan Guru Bimbingan Konseling (BK) Anis Ro’ifa Laila, S.Psi., menghadiri undangan penting di UIN Syekh Wasil Kediri pada hari Senin (20/10). Kehadiran keduanya adalah untuk memperkuat sinergi dan kerjasama dalam agenda besar bertajuk “Sinergi Stakeholder UIN Syekh Wasil Kediri” yang berlangsung di Aula Lt. 4 Perpustakaan kampus tersebut.

Acara yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB ini memiliki tiga agenda utama, yaitu Sinergi Penguatan Magang Fakultas Tarbiyah dan Need Assessment, Pembaharuan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU), dan Penguatan Resiliensi Sekolah untuk Membangun Prestasi Guru dan Siswa. Kegiatan ini mempertemukan pihak madrasah/sekolah sebagai mitra dengan Fakultas Tarbiyah dalam rangka aktualisasi kerjasama yang saling menguntungkan.

Prof. Dr. Hj. Munifah, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Syekh Wasil Kediri, dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan upaya untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperbaiki dan menguatkan kolaborasi yang sudah terjalin. “Ini merupakan bentuk aktualisasi, jika biasanya kampus yang ke madrasah, kali ini dari madrasah yang datang. Lebih ke sinergi, menyelesaikan problem yang dihadapi,” ujar Prof. Munifah. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Misi UIN Syekh Wasil Kediri poin keempat, yaitu membangun jejaring kerjasama yang strategis di segala bidang, dengan total 96 kerjasama telah di-MoU-kan.

Prof. Munifah juga merincikan bentuk-bentuk kerjasama yang ditawarkan, mencakup Asistensi Mengajar yang kini diperluas menjadi Program Magang (PLP) selama satu semester bagi mahasiswa semester enam. Selain itu, UIN Syekh Wasil juga membuka kesempatan untuk Penelitian Langsung dan kesediaan menyediakan narasumber profesional, misalnya dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), terutama terkait riset dan penguatan keilmuan guru.

Fokus utama lain yang dibahas secara mendalam adalah Resiliensi Sekolah. Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Irene Astuti Dwi Ningrum, M.Si., Ketua Pusat Unggulan dan Inovasi (PUI) Educational Resilience Universitas Negeri Yogyakarta. Prof. Irene menjelaskan resiliensi sebagai kapasitas yang membuat seseorang mampu meminimalkan atau mengatasi efek negatif dari peristiwa menyedihkan atau menyakitkan, serta ketangguhan dalam menghadapi stres atau bangkit dari trauma.

Dalam sesinya, Prof. Irene juga membahas Transformasi Belajar yang dimulai dari mengubah pola pikir (mindset). Ia menyoroti pentingnya G rowth Mindset (fokus pada belajar, usaha, dan mencoba) dibandingkan Fixed Mindset. “Manusia pada dasarnya ingin berubah, tetapi tidak mau diubah,” tegasnya, menekankan pentingnya kesadaran diri. Sesi interaktif ditutup dengan permainan “Sungai Kehidupan,” di mana peserta diminta menggambar dan mempresentasikan tiga kejadian bahagia dan tiga kejadian tidak bahagia dalam hidup mereka untuk mengukur dan memahami tingkat resiliensi diri.

Keikutsertaan MAN 3 Kediri dalam pembaharuan MoU dan penguatan resiliensi ini menjadi langkah strategis madrasah dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan sinergi magang yang kuat dan pemahaman mendalam tentang ketahanan mental (resiliensi), madrasah optimis dapat mencetak prestasi gemilang, baik dari sisi penguatan kompetensi guru maupun kesiapan mental dan akademik siswa.(Humas)