
Kab.Kediri (MAN 3) – Suasana khidmat menyelimuti Aula Al-Ikhlas MAN 3 Kediri pada Jum’at (13/2), saat digelarnya acara penutupan Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) dan Magang mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Faqih Asy’ari (IAIFA) serta IAIH Kediri. Acara yang diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa prodi PAI dan Manajemen Pendidikan Islam di MAN 3 Kediri. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta mengevaluasi proses transformasi ilmu yang telah berlangsung selama kegiatan praktik.

Perwakilan mahasiswa, Farhan Habibi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak madrasah. “Saya berdiri di sini mewakili rekan-rekan dari IAIFA dan IAIH untuk mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan ukhuwah islamiyah yang telah terjalin sangat baik. Kami memohon maaf apabila ada perilaku yang kurang berkenan selama bertugas, dan berharap ilmu yang kami dapatkan di sini menjadi berkah. Kami juga berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja,” ungkapnya dengan penuh takzim.

Dosen pembimbing dari IAIH, Jasmintho, S.Pd., juga memberikan pesan edukatif bagi para calon pendidik. Beliau menekankan bahwa PPL merupakan proses integral untuk memahami kultur madrasah dan administrasi pembelajaran secara nyata. “Selamat karena kalian telah menyelesaikan kegiatan akademik di sekolah, namun perjuangan belum usai hingga kalian benar-benar terjun menjadi pendidik nanti. Kami juga memohon maaf kepada Bapak Nurul dan para guru pamong karena telah merepotkan sejak awal koordinasi, hingga akhirnya mahasiswa kami kini resmi kami tarik kembali ke kampus,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Faiq Faizin, M.Pd. dari IAI Faqih Asy’ari Kediri, mengakui adanya tantangan dalam menyelaraskan teori dan praktik. “Pasti masih banyak kekurangan dari mahasiswa kami, karena teori yang kami sampaikan di kelas belum tentu sama persis dengan praktik di lapangan. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kepala Madrasah; atmosfer di MAN 3 Kediri ini sangat menyejukkan layaknya pesantren. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan kerja sama ini tetap terjaga,” jelasnya dalam sambutan yang hangat.

Kepala MAN 3 Kediri, Drs. H. Jamaluddin, M.Pd.I., menutup rangkaian sambutan dengan pesan inspiratif mengenai profesionalisme seorang guru. Beliau berpesan agar para mahasiswa selalu proaktif dan menjaga penampilan serta keramahan sebagai teladan. “Tanda orang beruntung adalah mereka yang menyadari kesalahannya terlebih dahulu, maka saya pun memohon maaf jika ada kekurangan dari pihak kami. Terima kasih atas kepercayaan memilih MAN 3 Kediri; jadilah guru yang tidak menunggu instruksi dan selalu tersenyum saat bertemu orang,” pungkasnya. Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata serta doa bersama sebagai penutup yang manis.(Humas)