
Kab. Kediri (MAN 3) – Meresmikan Aula Al-Ikhlas, Tempat Wudu, dan Launching Mars MAN 3 Kediri, Jumat (04/10) Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bakhtiar mengajak ASN dan Non-ASN untuk menjadi abdullah dan khalifatullah yang baik.

Menjadi khalifatullah yang baik agar hidup diridai oleh Allah, jangan mengejar dunia terus menerus dan melupakan akhirat, karena dunia adalah sementara dan akhirat adalah kekal. Karena itu hidup di dunia untuk mempersiapkan akhirat.

“Maka peresmian Aula Al-Ikhlas dan tempat wudu serta Launching Mars MAN 3 Kediri salah satu upaya mempersiapkan diri kita agar nantinya masuk di akhirat dalam keadaan diridai oleh Allah SWT,” tuturnya.

Masih menurut Kakanwil, jabatan, kekayaan tidak akan dibawa mati oleh karena itu yang kita miliki berilah kemanfaatan kepada siapapun terutama yang membutuhkan.

Dalam diri kita ada mudghah (segumpal darah). Apabila segumpal darah baik maka pola pikir akan menjadi baik dan sebaliknya. Jika mudghah baik, jika ada seseorang yang sukses maka ia akan mencari tahu cara meraihnya. Namun, jika mudghah-nya fasad (buruk) maka ia akan suudzon dan akan merugikan diri sendiri, akan muncul penyakit hati.

“Cara menjadi abdullah dan khalifatullah yang baik dengan berdoa yang baik-baik. Doa yang baik-baik bukan doa yang dibuat-buat tapi doa yang digerakkan oleh hati atau mudghah yang baik,” ujarnya.

Kakanwil menambahkan, resep membangun hati (mudghah) yang sehat dengan mendekatkan diri kepada Allah, jangan pernah meninggalkan shalat fardhu, memaafkan siapapun seberat apapun kesalahannya, jangan marah karena marah itu adalah penyakit hati. Jika ada orang yang marah kepada kita, doakan saja agar segera mendapat hidayah Allah dan kita maafkan.

Selain itu, dengan menghormati dan menghargai siapapun, karena yang membedakan kita dengan orang lain di mata Allah SWT adalah ketakwaan, bukan jabatan, pangkat, kekayaan, dan lain-lain. Siapapun yang bertakwa itulah yang akan dimuliakan oleh Allah SWT. Jangan pernah memperlakukan seseorang karena suku, ras, jabatan, dan lain-lain tetapi perlakukan seseorang dengan baik karena itu adalah bagian dari kewajiban kita menjadi abdullah dan khalifatullah yang baik di muka bumi. Insya Allah semua yang kita lakukan akan diridai Allah.

Motivasi dan semangat dalam diri kita menurut Kakanwil harus dibangkitkan karena perubahan itu bukan dari orang lain tetapi dari diri kita. Oleh karena itu, para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri seharusnya mengajak siswa-siswi untuk salat duha.

“Jangan hanya hanya mengajak, tetapi juga melakukan, karena Allah membenci dan murka kepada orang-orang yang hanya mengajak tetapi tidak melaksanakan,” imbuh Kakanwil.

Perubahan dalam diri kita harus dilakukan karena ke depan tantangan semakin berat. Tantangan yang paling berat adalah memerangi hawa nafsu.

“Sekarang waktunya untuk muhasabah diri dengan memperbaiki diri tidak usah memikirkan orang lain, setiap individu berpikir tentang memperbaiki diri untuk menjadi baik. Kata kuncinya adalah Ibda’ bi Nafsik, Mulailah dari Dirimu Sendiri,” tandas Kakanwil yang memberikan sambutan setelah Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Kediri, Achmad Faiz.
